Jakarta, Semangatnews.com – Trailer film Dilan ITB 1997 yang baru dirilis langsung menyita perhatian publik dan memicu perdebatan luas di media sosial.
Film yang merupakan kelanjutan kisah Dilan ini tampil berbeda dari seri sebelumnya, dengan nuansa yang lebih dewasa dan latar belakang sejarah Indonesia pada akhir 1990-an.
Dalam trailer tersebut, penonton diajak melihat kehidupan Dilan sebagai mahasiswa di Institut Teknologi Bandung (ITB), lengkap dengan dinamika pergerakan mahasiswa menjelang reformasi 1998.
Namun, sorotan utama justru muncul dari adegan terakhir yang menampilkan momen pengunduran diri Presiden Soeharto.
Di tengah suasana euforia mahasiswa yang merayakan berakhirnya Orde Baru, karakter Dilan justru tampil tenang dan mengucapkan kalimat, “Terima kasih, Soeharto.”
Ucapan tersebut langsung memicu reaksi beragam dari warganet, mulai dari kebingungan hingga kritik keras terhadap makna dialog tersebut.
Sebagian publik menilai kalimat itu tidak sensitif terhadap sejarah kelam masa lalu dan perjuangan mahasiswa dalam menumbangkan rezim Orde Baru.
Namun di sisi lain, ada juga yang melihat dialog tersebut sebagai bentuk satire atau kritik sosial khas karakter Dilan yang dikenal nyeleneh.
Perdebatan semakin meluas karena belum adanya penjelasan resmi dari pihak rumah produksi terkait makna sebenarnya dari adegan tersebut.
Selain kontroversi, trailer ini juga menarik perhatian karena menghadirkan Ariel NOAH sebagai pemeran Dilan dewasa.
Film ini dijadwalkan tayang pada 30 April 2026 dan diprediksi akan menjadi salah satu film paling ramai diperbincangkan sebelum penayangannya.
Dengan kontroversi yang terus berkembang, publik kini semakin penasaran apakah film ini akan menjadi sekadar drama atau justru membawa pesan sosial yang lebih dalam.(*)

