Jakarta, Semangatnews.com – Di Desa Teemoane, Kecamatan Tomia, Kabupaten Wakatobi, provinsi Sulawesi Tenggara, komunitas lokal sedang menjalani transformasi nyata melalui program Kampung Berseri Astra Lamolino yang berfokus pada wisata bahari dan ekonomi kreatif.
Program ini berangkat dari keinginan untuk mengangkat potensi wisata alam dan budaya bawah laut di wilayah yang selama ini lebih dikenal sebagai daerah terpencil.
Wakatobi sendiri merupakan akronim dari empat gugus pulau yaitu Wangi‑Wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko, dan Tomia menjadi salah satu pulau yang memiliki potensi besar khususnya di sektor snorkeling dan diving.
Lamolino menyadari bahwa modal alam saja tidak cukup; untuk menjadi destinasi yang berkelanjutan diperlukan keterlibatan warga dalam pengelolaan, penyediaan homestay, kegiatan pariwisata berbasis komunitas, dan pengembangan ekonomi kreatif.
Seiring waktu, warga Desa Teemoane membentuk kelompok sadar wisata (Pokdarwis) yang mengelola paket wisata lokal: dari pengantar ke lokasi snorkel, hingga kerajinan bambu dan anyaman khas Tomia sebagai souvenir.
Empat pilar program Kampung Berseri Astra—kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan—diintegrasikan ke dalam upaya pengembangan desa. Hal ini membantu membangun layanan dasar yang lebih baik, sekaligus memperkuat daya tarik wisata.
Salah satu contoh nyata adalah pengembangan hidroponik dan budidaya hortikultura untuk memperkuat akses pangan di pulau yang lahan bebasnya terbatas, sekaligus menjadi aktivitas ekonomi alternatif bagi penduduk.
Dengan langkah‑langkah tersebut, Lamolino menampilkan bahwa desa di kawasan terpencil dapat mengejar destinasi wisata unggulan dengan pendekatan komunitas, bukan sekadar fasilitas besar dari luar.
Namun tantangan tidaklah kecil: akses transportasi ke Pulau Tomia masih mahal dan rute pelayaran terbatas, yang membuat mobilitas wisatawan dan distribusi hasil kerajinan menjadi hambatan.
Meski demikian, program ini memberi harapan bahwa model desa wisata berbasis komunitas dan kreatif bisa diperluas ke daerah lain di Indonesia, untuk menyebarkan manfaat wisata dan ekonomi kreatif secara lebih merata.
Transformasi yang terjadi di Lamolino menjadi bukti bahwa sinergi antara swasta, komunitas lokal, dan pemerintah dapat membuka jalan baru bagi masa depan desa wisata yang inklusif dan produktif.(*)
