Jakarta, Semangatnews.com – Seleksi UTBK SNBT 2026 kembali menunjukkan dinamika menarik terkait pilihan program studi para calon mahasiswa di seluruh Indonesia.
Sejumlah program studi yang selama ini menjadi favorit masih mendominasi, namun mulai menunjukkan tren penurunan peminat dalam beberapa tahun terakhir.
Program studi kedokteran tetap menjadi primadona dengan jumlah pendaftar yang tinggi, meski mengalami penurunan setelah mencapai puncaknya pada 2023.
Data menunjukkan, peminat kedokteran sempat mencapai lebih dari 74 ribu orang sebelum turun menjadi sekitar 70 ribu pada 2025.
Tren serupa juga terjadi pada program studi farmasi dan psikologi yang sebelumnya mengalami lonjakan, namun kini mulai mengalami penurunan minat.
Meski demikian, bidang kesehatan tetap menjadi salah satu yang paling kompetitif dalam seleksi UTBK SNBT.
Di sisi lain, terdapat beberapa program studi yang justru mengalami peningkatan peminat, seperti kedokteran gigi yang menunjukkan tren naik secara konsisten.
Pergeseran ini menunjukkan bahwa minat calon mahasiswa mulai lebih beragam dan tidak hanya terfokus pada jurusan tertentu.
Selain faktor minat, daya tampung yang terbatas juga memengaruhi tingkat persaingan di setiap program studi.
Semakin tinggi jumlah peminat dan semakin kecil kuota, maka tingkat keketatan seleksi akan semakin tinggi.
Fenomena ini menjadi pengingat bagi calon mahasiswa untuk lebih cermat dalam memilih jurusan berdasarkan data dan peluang.
Dengan memahami tren peminat, peserta UTBK SNBT dapat menyusun strategi yang lebih realistis untuk meningkatkan peluang lolos.(*)

