Jakarta, Semangatnews.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali membuat pernyataan mengejutkan terkait konflik dengan Iran. Trump mengaku yakin perang yang berlangsung selama beberapa pekan terakhir akan segera berakhir melalui kesepakatan damai baru antara kedua negara.
Dalam pernyataannya di Washington, Trump mengatakan pembicaraan dengan Iran berjalan “sangat baik” dan peluang tercapainya kesepakatan damai kini semakin terbuka. Ia bahkan menyebut konflik tersebut bisa selesai dalam waktu cepat jika negosiasi berjalan lancar.
Meski begitu, pemerintah Iran belum memberikan jawaban final atas proposal perdamaian yang diajukan Amerika Serikat. Teheran disebut masih mempelajari isi proposal tersebut sebelum menentukan sikap resmi.
Sumber diplomatik menyebut proposal AS berisi penghentian perang secara resmi, pembukaan kembali jalur perdagangan di Selat Hormuz, dan negosiasi lanjutan selama 30 hari untuk menyusun kesepakatan permanen.
Namun sejumlah isu sensitif masih belum menemukan titik temu. Amerika Serikat tetap menuntut pembatasan program nuklir Iran serta penghentian dukungan terhadap kelompok milisi di Timur Tengah.
Iran di sisi lain disebut menganggap proposal Washington masih terlalu berat sebelah. Seorang pejabat Iran bahkan menyebut proposal itu hanya “daftar keinginan Amerika” yang belum tentu bisa diterima Teheran.
Pakistan dilaporkan kembali memainkan peran penting sebagai mediator antara kedua negara. Islamabad disebut aktif menjembatani komunikasi demi mendorong tercapainya gencatan senjata permanen.
Konflik AS-Iran sendiri telah mengguncang ekonomi global terutama setelah ketegangan di Selat Hormuz memicu lonjakan harga energi dan gangguan jalur perdagangan dunia.
Meski Trump terlihat optimistis, sejumlah pengamat menilai jalan menuju perdamaian masih panjang. Ketidakpercayaan antara Washington dan Teheran dinilai menjadi hambatan utama dalam negosiasi.
Di tengah upaya diplomasi, situasi kawasan Timur Tengah juga masih panas. Serangan udara di Lebanon dan ketegangan dengan kelompok pro-Iran membuat kondisi keamanan regional tetap rapuh.
Kini dunia menanti apakah proposal damai terbaru benar-benar mampu mengakhiri perang atau justru kembali memicu ketegangan baru. Namun satu hal yang pasti, perkembangan negosiasi AS-Iran saat ini menjadi perhatian utama pasar global dan politik internasional.(*)

