Turis China Bawa Fulus atau Virus

by -

Turis China Bawa Fulus atau Virus

Oleh Zulnadi/Pemimpin Redaksi

Semangatnews.com, Padang – Sumbar dalam sepekan ini direpotkan dengan kedatangan turis China yang hendak menikmati keindahan dan renyainya berbagai kuliner di ranah Minang.

Mereka, turis itu telah mempersiapkan jauh jauh hari untuk dapat bertandang ke negeri yang elok dan permai ini. Sejak setahun lalu program kunjungan telah dirancang dengan sebuah travel perjalanan.

Sejumlah destinasi wisata yang berada di kabupaten dan kota di Sumbar telah diagendakan dengan. Mereka berjumlah 174 orang itu tentunya telah mempunyai bekal lebih, sehingga mampu pula menyewa khusus pesawat pp. Pasti mereka akan membeli oleh oleh sebagai cenderamata dari daerah yang dikunjungi.

Sayang, kedatangan mereka bertepatan dengan hebohnya virus Corona yang oleh WHO dinyatakan berasal dari kota Wuhan. Wuhan adalah salah satu kota di negeri tirai bambu dan sangat jauh dari kota mereka. Kedatangan mereka di BIM disambut tari gelombang, sebagaiman layaknya menerima tamu selama ini.

Secara kebetulan, Gubernur Irwan Prayitno ada di BIM, yang diminta untuk ikut pula menyambut. Ini hal yang biasa bagi seorang pemimpin dalam menghormati tamu. Apalagi tamu itu akan berkunjung pada sejumlah daerah yang dipastikan akan berdampak pada perekonomian masyarakat karena mereka berbelanja.

Jika saja mereka dikhawatirkan membawa virus, pasti gubernur tidak mau menerima dan pasti mengelak menemui mereka. Tapi yang terjadi adalah gubernur sangat familiar tidak ada rasa was was.

Sebab, gubernur telah mendapat informasi bahwa rombongan ini sejak keberangkatan sudah steril dari virus dan lalu diperiksa lagi saat kedatangan. Jika gubernur saja sudah familiar tentunya kita memahami pula hendaknya bahwa mereka datang bukan membawa virus tetapi yang ada adalah fulus, uang yang siap dihamburkan dimana mereka bertandang.

Turis China ke Sumbar itu berasal dari Kunming , jauh dari Wuhan, tapi image sebagian masyarakat Sumbar telah terbentuk bahwa mereka dikhawatirkan membawa virus yang mematikan. Sebagian masyarakat menolak dan untuk segera dikembalikan ke China.

Mereka dimana menginap sepertinya diawasi untuk tidak boleh keluar dari hotel. Cukup, lihat dan nikmati saja keindahan alam Sumbar dari jendela atau teras hotel. Sejumlah daerah yang menolak, para turis itu memang tidak keluar hotel, namun bagi daerah yang welcome, justru mereka menikmati keindahan alam, seperti di Painan dan Padang.

Di Painan, turus ini menikmati pantai carocok, bukit langkasau dan kawasan mande. Di Padang, selain melihat berbagai objek wisata, ada pula yang sengaja ingin sholat zuhur di Masjid Raya Padang. Ternyata ada15 orang dari 176 turis itu beragama islam. Nah secara kebetulan ketemu pula dengan Irwan Prayitno yang memang sering sholat berjemaah di Masjid Raya itu.

Irwan terharu dan menitik air matanya saat mereka dan anak anak sholat di Masjid megah ini. Yang terpikir bagi gubernur, islam mengajarkan bahwa siapapun dari manapun, dan apapun rasnya, jika seiman dan seaqidah adalah Saudara. Jika itu saudara, sudah sepantasnya kita welcome kepada mereka, apalagi kedatangannya sebagai turis yang selama ini kita harapkan.**

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.