TWP Pieh Menuju Pengelolaan Kawasan Konservasi Efektif, LKKPN Pekanbaru dan Yayasan Camar Sah Jalin Kemitraan

oleh -
TEKEN KEMITRAAN | Program Koordinator Yayasan Cahaya Maritim, Nofri Yani (kiri) dan Kepala Loka Kawasan Konservasi Perairan Nasional Pekanbaru, Fajar Kurniawan melakukan penandatanganan kemitraan di aula kantor DKP Sumbar, Kamis (12/11/2020). @tanharimage
TEKEN KEMITRAAN | Program Koordinator Yayasan Cahaya Maritim, Nofri Yani (kiri) dan Kepala Loka Kawasan Konservasi Perairan Nasional Pekanbaru, Fajar Kurniawan melakukan penandatanganan kemitraan di aula kantor DKP Sumbar, Kamis (12/11/2020). @tanharimage

SEMANGATNEWS.COM-Loka Kawasan Konservasi Perairan Nasional (LKKPN) Pekanbaru dan Yayasan Cahaya Maritim (Camar) Foundation melakukan penandatanganan perjanjian kemitraan (PK) pengelolaan kawasan konservasi Taman Wisata Perairan (TWP) Pulau Pieh dan laut sekitarnya.

Delapan program termasuk lokus atas kerja sama ini, maka nantinya tidak sekadar kajian analisis, tetapi bagaimana membangun pengelolaan bersama masyarakat, memicu dunia usaha yang diperkuat melalui kemitraan, salah satunya Yayasan Camar.

Baca Juga:  Penghujung Tahun 2020 PWI Sumbar Adakan Rakor dan KLW

Perjanjian kemitraan terealisasi November tahun ini melewati berbagai tahapan. Bahkan persiapan perencanaan lokus analisis, hingga akhirnya terbit restu dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Koordinator Konvensi dan Jejaring Konservasi, Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut, Ditjen Pengelolaan Ruang Laut KKP, Firdaus Agung Kunto Kurniawan mengatakan, terkait kemitraan bukan suatu hal yang mudah. Kerja sama kemitraan ada empat poin penting dan diharapkan ada dukungan kawasan secara integral.

Baca Juga:  Saat Penangkapan Pengedar, Kepala BNN Pasbar Dibacok

Baca juga: BPBALP DKP Sumbar Cek Air Laut Teluk Kabung yang Menghijau

Baca juga: Tok Tok, Wahyu Setiawan Resmi Dipecat dalam Sidang DKPP

“Memprioritaskan kawasan yang sudah ditetapkan dan menjalankan komitmen pengelolaan terhadap program,” jelas Firdaus.

Bahkan tertuang dalam Permen KP 21/2015 tentang kemitraan pengelolaan kawasan konservasi perairan, yang merupakan kebijakan dan pendekatan untuk merangkul seluruh stakeholder dalam mengelola kawasan konservasi, sambungnya. Melibatkan masyarakat secara aktif untuk berpartisipasi sejak pembentukan kawasan, penyusunan rencana pengelolaan, dan pelaksanaan kegiatan.