Ujang Hamidi Pelukis Otodidak Bengkulu Melukis Obyek Alam Dengan Bubuk Kopi
Semangatnews.com, Bengkulu – Beragam cat minyak maupun cat air atau gabungan keduanya yang digunakan sebagai bahan melukis bagi seniman untuk berkarya seni lukis tentulah bukan hal baru lagi. Tapi menggunakan bubuk kopi diberi air untuk kemudian dieksplorasi menjadi bahan baru melukis beragam obyek lukisan ini mungkin terbilang langka dilakukan perupa.
Pelukis otodidak Ujang Hamidi (57 th) satu diantara sedikit perupa yang ada di propinsi Bengkulu mencoba menjelajahi berbagai kemungkinan sifat dan karakter bahan melukis, diantaranya memanfaatkan bubuk kopi sebagai bahan melukis yang hasil-hasilnya luar biasa menarik dan sangat sempurna.

Ditemui semangatnews.com Jalan Bumi Ayu, No. 31, RT 21/04, Kelurahan Bumi Ayu, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu, Ujang Hamidi, menyebutkan, ia di sela-sela kesibukannya sebagai PNS dfi Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Bengkulu juga menyisakan waktu-waktu senggang untuk melukis.
Ujang demikian panggilan akrabnya, mulai melukis secara otodidak sejak 31 tahun silam. Karena ia melihat dunia seni lukis atau seni murni secara umum merupakan dunia yang mengasyikkan karena berurusan dengan keindahan. Keindahan akan obyek-obyek yang ada di alam semesta ini.
Maka selain ia belajar memahami bahan cat minyak atau cat air dengan beragam merek yang dikenalnya dan diasa digunakan para perupa selama ini, ia juga mencoba berbagai kemungkinan dari bahan-bahan baru yang dikenalnya, termasuk bubuk kopi yangt ternyata luar biasa hasilnya dengan campuran air dan intensitas berbeda.
Mulai dari warna yang warna terang, agak gelap dan gelap, Ujang menggoreskan kuasnya ke obyek-obyek yang dibuatnya dipermukaan kertas maupun kanvas, dengan mengambil obyek-obyek yang ada di alam, seperti obyek manusia, hewan, flora dan fauna kemudian untuk penguat tempelan bubuk kopi agar tidak luntur. Ujang memberi fiksatif sebagai pelindung bubuk kopi agar tahan lama.

Hobi dan bakat melukis itu ia kembangkan, setelah ia melihat dan menyaksikan teman-teman pelukis di propinsi Bengkulu dengan latar belakang pendidikan seni membuat beragam obyek lukisanke permukaan kanvas atau kanvas.
Saya tertarik melukis dengan segala keterbatasan ilmu pengetahuan dan pemahaman saya terhadap dunia seni lukis. Pada saat-saat waktu luang saya memberanikan diri untuk melukis apa pun yang saya bisa, tutur Ujang Hamidi menceritakan pengalamannya.
Ada jenis karya selama puluhan tahun saya kerjakan, yakni karya pribadi berupa karya-karya idealis dan karya-karya komersial yang siap di jual setiap saat dengan beragam ukuran dan format, sebagian memakai bahan bubuk kopi dan sebagian lagi memakai bahan cat minyak dan akrilik, ujar Ujang lagi.
Puluhan karya-karya lukis bernilai estetis tinggi tampak bertebaran di setiap dinding dan lantai rumah kediamannya Jalan Bumi Ayu, No. 31, RT 21/04, Kelurahan Bumi Ayu, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu, semuanya berisikan beragam pengalaman empirisnya terhadap keindahan alam dan seisinya itu yang ia refresentasikan dalam bentuk lukisan bernilai estetis. (ss/fr/ysm)
