Usai Gempa M 7,4, Kolombia Rayu Trump Cabut Sementara Tarif Produk Impor

by

Jakarta, Semangatnews.com – Pemerintah Kolombia mengambil langkah diplomatik di tengah upaya menangani dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4. Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella meminta Donald Trump memberikan penangguhan sementara terhadap tarif yang dikenakan Amerika Serikat atas barang-barang asal Kolombia.

De la Espriella menyampaikan permintaan tersebut dengan alasan kondisi pelaku usaha dalam negeri sedang berada dalam tekanan berat. Bencana alam yang melanda Kolombia dinilai berpotensi memperbesar beban ekonomi perusahaan dan masyarakat.

Presiden Kolombia berharap adanya kelonggaran perdagangan dapat membantu dunia usaha melewati masa krisis. Dengan tarif yang ditangguhkan, perusahaan diharapkan memiliki ruang lebih besar untuk menjaga aktivitas bisnis dan mendukung proses pemulihan.

Gempa berkekuatan M 7,4 sebelumnya mengguncang bagian barat Kolombia. Guncangan kuat tersebut menyebabkan kerusakan pada bangunan dan infrastruktur serta menimbulkan korban jiwa di sejumlah wilayah.

Data yang dilaporkan sebelumnya menunjukkan sedikitnya 111 orang meninggal dunia akibat gempa tersebut. Sebanyak 87 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka, sementara 61 bangunan runtuh dan 1.575 rumah mengalami kerusakan.

Dampak gempa juga terasa jauh dari pusat guncangan. Getaran dilaporkan dirasakan hingga Bogota dan Venezuela, memperlihatkan luasnya pengaruh gempa terhadap kawasan di sekitarnya.

Kerusakan fasilitas transportasi turut menghambat aktivitas masyarakat. Enam bandara di berbagai kota dilaporkan ditutup setelah terdampak gempa, sehingga pemerintah harus melakukan penanganan terhadap infrastruktur sebelum aktivitas penerbangan dapat kembali berjalan normal.

Di tengah kondisi tersebut, pemerintah Kolombia membutuhkan dukungan untuk mempercepat proses pemulihan. Selain penanganan korban, pemerintah harus memperbaiki rumah, fasilitas publik, serta infrastruktur yang mengalami kerusakan.

De la Espriella kemudian mengarahkan diplomasi ekonominya kepada Amerika Serikat. Ia meminta Trump mempertimbangkan penangguhan tarif tinggi terhadap produk Kolombia sebagai bentuk keringanan bagi sektor usaha yang terdampak bencana.

Permintaan tersebut menjadi ujian awal hubungan pemerintahan baru Kolombia dengan Washington. De la Espriella baru saja memulai masa kepemimpinannya dan berupaya memperkuat hubungan strategis dengan Amerika Serikat.

Sementara itu, pemerintah Kolombia terus berfokus pada penanganan keadaan darurat dan pemulihan wilayah terdampak. Dukungan ekonomi dan kelancaran perdagangan dinilai penting agar proses rekonstruksi tidak semakin membebani masyarakat.

Kini perhatian tertuju pada keputusan Washington terhadap permintaan tersebut. Penangguhan tarif, apabila disetujui, berpotensi memberikan ruang bagi perusahaan Kolombia untuk bertahan sekaligus membantu pemerintah memulihkan perekonomian setelah bencana gempa besar.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.