Wabah PMK Landa Sapi di Aceh Tamiang

oleh -

Aceh Tamiang, SEMANGATNEWS.COM – Pemerintah hadir. Itulah penegasan Bupati Aceh Tamiang, Mursil, SH, M.Kn, ketika menerima kunjungan Kepala Dinas Peternakan Aceh, drh. Rahmandi dan Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Banda Aceh, drh. Ibrahim, di ruang kerjanya, Selasa (10/5) siang tadi.

Di hadapan rombongan tim dari Banda Aceh dan sejumlah wartawan yang meliput, Bupati Mursil berulang kali menyampaikan penegasan tersebut.

Baca Juga:  LaNyalla: Negara Harus Sejahterakan Rakyat, Bukan Perkaya Oligarki

“Saya sampaikan, bahwa kami hadir! Pemerintah baik daerah dan pusat, hadir dalam penanggulangan penyakit mulut dan kuku (PMK) yang mewabah di sini,” tegasnya.

Bupati Mursil yang didampingi Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan, Safuan, dan Kabag Humas Azwanil Fakhri, mengatakan dirinya telah memerintahkan dinas teknis mendirikan pos simpul koordinasi (Posko) dan tim khusus penanggulangan penyakit mulut dan kuku (PMK) yang telah menginfeksi lebih dari 1800 ekor sapi di Aceh Tamiang.

Baca Juga:  Mencari Dalang Kejahatan Kerah Putih Mafia Minyak Goreng; Oleh Wina Armada Sukardi

“Posko dan tim khusus ini guna memudahkan koordinasi penanggulangan, mulai dari pelaporan kasus, pelacakan, pencegahan, pengamanan, hingga pengobatan hewan yang terinfeksi,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan Aceh, Rahmandi mengatakan, pihaknya bersama-sama dengan para pemangku kepentingan lintas sektor ikut berpartisipasi dalam penanggulangan wabah PMK di Bumi Muda Sedia.

Rahmandi mengatakan, meski angka sapi terinfeksi tinggi, namun angka kematian masih rendah. Ia optimis penanggulangan secara terpadu dapat membebaskan kembali Aceh dan Indonesia dari PMK ini.

No More Posts Available.

No more pages to load.