Wagub Nasrul Abit: Kita Bangga Festival Pesona Budaya Minangkabau.

oleh -
Semangat Batusangkar-Pelaksanaan agenda daerah Kabupaten Tanah Datar berupa iven Festival Pesona Budaya Minangkabau (FPBM) yang dilaksanakan pada tanggal 29 November 2017 hingga 3 Desember 2017 mendatang secara resmi dibuka Ketua Umum Dekranas Hj. Mufidah Jusuf Kalla di Istano Basa Pagaruyung, Rabu (29/11).

Wagub Nasrul Abit dalam kesempatan itu menyampaikan, apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Ibuk Hj. Mufida Jusuf Kalla yang terus memberikan dukungan dan perhatian terhadap kemajuan kampung halaman.

Dan kita bangga kegiatan FPBM ini sejalan dengan visi misi Gubernur Sumatera Barat yang memprioritaskan pembangunan non fisik khususnya pengamalan nilai-nilai agama adat dan budaya sesuai filosofi Adat Basandi Syarak-Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK.).

Banyak orang protes kenapa non fisik didahulukan, kenapa tidak pembangunan fisik, pembangunan jalan atau jembatan didahulukan, pembangunan keduanya harus selaras dan sejalan, pembangunan jembatan dan jalan tetap jalan, pembangunan agama, adat dan budaya harus kita pertahankan karena ini merupakan ciri-ciri masyarakat Minangkabau,” ungkap Nasrul Abit

Wagub Nasrul Abit juga menyampaikan, apresiasi juga disampaikan kepada Bupati Irdinansyah, yang telah berinisiatif menyelenggarakan FPBM ini untuk melihat sejauh mana adat budaya masih dipakai di Sumatera Barat.

Untuk itu kita mengajak seluruh kabupaten/kota di Sumatera Barat menampilkan budaya dan kesenian masing-masing, itu semua adalah untuk melestarikan kearifan lokal di Sumatera Barat ini di tengah kemajuan teknologi

Melalui FPBM ini kita mengajak masyarakat menjadikan budaya tidak hanya sebagai kebanggaan namun terkandung di dalamnya nilai-nilai agama, kehidupan bermasyarakat dan bernegara,” terang Nasrul Abit.

Hj. Mufidah Jusuf Kalla juga dalam sambutannya menyatakan senang dan bangga dengan terlaksananya iven FPBM.

“Saya sangat mendukung terselenggaranya kegiatan ini karena bisa menunjukkan aktifitas dan kreatifitas masyarakat Minangkabau serta dapat mengekspresikan dan mengkomunikasikan aspirasi budaya dalam berbagai bentuk kegiatan sebagai upaya melestarikan kebudayaan daerah,” ujarnya