Wagub Sumbar, Nasrul Abit Dijadwalkan Mengunjungi Pameran Seni Rupa #New Life dan acara “Bagurau” dengan Perupa

oleh -
Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit

Wagub Sumbar, Nasrul Abit Dijadwalkan Mengunjungi Pameran Seni Rupa #New Life dan acara “Bagurau” dengan Perupa

Semangatnews.com. Padang. Wakil Gubernur Sumbar, H. Nasrul Nabit DT. Malintang Panai, dijadwalkan akan menyaksikan karya-karya perupa Sumbar dalam rangkaian pameran seni rupa “Realita Sosial” #New Life sekaligus temu perupa dalam acara “bagurau” di galeri seni Taman Budaya Jalan Diponegoro 31 Padang, Kamis siang ini (27/8).

Kepastian kedatangan Wagub Sumbar ke galeri Taman Budaya itu disampaikan Kepala UPTD Taman Budaya Sumbar, Muasri setelah menerima pesan singkat melalui WahatsApp (WA) dari ajudan Wagub yang juga diterima kurator pameran Muharyadi dan Yasrul Sami B, rabu malam (26/8).

Menurut Muasri, beberapa waktu lalu kurator pameran didahului kegiatan survey lapangan bersama dengan UPTD Taman Sumbar menemui sejumlah seniman ke berbagai daerah di Sumbar ini beberapa waktu lalu juga bertemu Wakil Gubernur. Nasrul Abit dalam suatu kunjungan kerja ke lapangan menyatakan keinginannya untuk bertemu dengan perupa dalam bentuk acara “bagurau” lepas guna membicarakan perihal dunia seni rupa di daerah ini, kini dan masa  depan di Sumatera Barat, ujar Muasri.

Sementara kurator pameran #New Life, Muharyadi dan Yasrul Sami. B yang dihubungi media ini menyebutkan, dalam agenda kunjungan Wagub Sumbar ke galeri seni rupa Taman Budaya Sumbar selain menyaksikan karya-karya yang dipajang juga akan dibicarakan dunia kesenirupaan di Sumatera Barat terutama menyangkut kekaryaan dan peran strategis seniman seni rupa dalam perspektif pembangunan kebudayaan.

Diharapkan kegiatan temu orang nomor dua sumbar dengan teman-teman seniman seni rupa memberi angin segar buat dunia seni rupa Sumatera Barat sebagai salah salah satu etalase seni rupa Indonesia dengan keragaman karya yang dihasilkan para seniman melalui pergulatan dan penjelajahan kreativitas berisikan seperangkat nilai-nilai estetik dan budaya, ujar Muharyadi dan Yasrul Sami memberi penjelasan. (FR)