Wagub Sumbar: Perlu Investor Untuk Pengelolaan Sampah di Sumatera Barat.

0

Semangatnews, Padang – Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit, menyampaikan sungai-sungai yang ada di Sumatera Barat masih terlihat kotor dan penuh dengan sampah, khususnya Kota Padang, masih tergolong kotor, terutama di bagian muara sungai.

Hal ini disampaikan oleh Wagub Sumbar Nasrul Abit dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Permasalahan pengelolaan sampah dan sungai di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dihadiri Dinas Lingkungan Hidup se Sumatera Barat, di ruang rapat lantai II Rumah Bagonjong, Kantor Gubernur Sumbar, Selasa (12/3/2019).

Wagub Sumbar Nasrul Abit mengungkapkan, permasalahan sampah di Kota Padang juga bermula dari kesadaran masyarakat akan kebersihan sungai yang masih minim, meski di bagian hulu sungai terbilang bagus, tetapi persoalannya sampai ke muara sampah-sampah masih terlihat mengapung di sejumlah muara sungai.

“Masih banyak masyarakat kita yang tidak peduli dengan kebersihan, membuang sampah langsung, sehingga sungai-sungai dialiri bersamaan dengan sampah,” katanya

Selanjutnya Nasrul Abit menambahkan, menyangkut Muara Padang, kita minta Walikota melalui Dinas Lingkungan Hidup untuk instruksikan kepada Camat dan Lurah agar seluruh masyarakat yang tinggal di sana tidak membuang sampah lagi ke sungai.

Kemudian Ia mengatakan, pada 21 Februari 2019 yang lalu kita sudah mengadakan Rapat Koordinasi dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan tentang “Gerakan Indonesia Bersih”.

“Dimana masalah Gerakan Indonesia Bersih, ternyata banyak juga kaitanya dengan provinsi sumbar, untuk itu kita harus kampanye perang melawan sampah, utamanya sampah plastik,” ucap Wagub Sumbar.

Selanjutnya Nasrul Abit mengatakan, banyaknya permasalahan sampah di Sumbar menjadi sorotan di pusat, terutama kebersihan yang ada di air terjun Lembah Anai, kita harus buat aturan dan sanksi melalui peraturan Bupati Tanah Datar, agar masyarakat yang berdagang kedepannya, tidak boleh membawa makanan yang akan mengakibatkan sampah ke dalam.

Wagub Sumbar menjelaskan, karena itu menyangkut dengan sampah yang lokasinya Lembah Anai, tentu yang terdekat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) adalah Kota Padang Panjang dan Kabupaten Padang Pariaman, maka pemerintah Provinsi akan berkoordinasi dengan kedua Pemerintah daerah tersebut.

“Tidak hanya di Lembah Anai saja, tentu tempat desinasi wisata lainnya, dengan menfasilitasi supaya sampah dapat dibuang ke TPA terdekat,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumbar Ir. Siti Aisyah, M.Si melaporkan, bahwa menurut data Dinas Lingkungan Hidup Sumbar volume sampah di provinsi pada 2018 mencapai 2.392 ton per hari dengan rincian tertinggi jumlah sampah di Kota Padang merupakan yang terbanyak yakni 494 ton per hari kemudian Kota Bukittinggi 183 ton perhari, Kabupaten Pasaman 162,25 ton, Pasaman Barat 162,18 ton, dan Agam 145,29 ton per hari.

“Sementara investor pengelolaan sampah sudah ada yang datang di Padang, tetapi mereka belum bisa investasi karena kapasitas sampah sekarang masih 550 ton/hari, sedangkan mereka menginginkan 1.000 ton,” kata Siti Aisyah (Ica).

Disamping itu peserta rapat mengharapkan ada rapat setiap 3 bulan sekali atau 6 bulan sekali agar mereka bisa menyampaikan persoalan-persoalan lingkungan hidup yang ada di Kabupaten dan Kota masing-masing.

Pada prinsipnya, Provinsi dan Kabupaten atau Kota sepakat untuk bersama agar kita mengurangi sampah, kampanye perang melawan sampah, tentu dengan sosialisasi kita lakukan gerakan-gerakan bersama masyarakat, edukasi juga perlu kita lakukan bersama-sama.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.