Wakil Ketua MPRRI Arsul Sani Akui RUU HIP Usulan Anggota DPR Fraksi PDIP

oleh -
Wakil Ketua MPRRI Arsul Sani Akui RUU HIP Usulan Anggota DPR Fraksi PDIP

Semangatnews, Jkt- Wakil Ketua MPR Arsul Sani mengatakan bahwa Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) merupakan usulan dari anggota DPR dari fraksi PDIP pimpinan Megawati Soekarnoputri.

Hal tersebut disampaikan Politisi Senior PPP dalam tayangan Dua Sisi TV One bersama dengan pakar hukum dan tata negara Refly Harun, seperti dikutip, Jumat (26/6/2020).

Awalnya Refly Harun menyatakan tidak setuju dengan RUU HIP, lantaran takut Pancasila disalahgunakan oleh negara seperti di rezim orde lama dan orde baru.

“Kalau Pancasila itu dibajak oleh negara, dia bisa digunakan sebagai alat untuk memukul, bukan merangkul. Itu terjadi di era orde lama dan orde baru,” ujar Refly Harun.

Kemudian presenter menanyakan kemungkinan negara bisa menjadi Pancasila sebagai alat memukul jika RUU HIP dijadikan Undang-undang.

Jawab Refly, RUU HIP ini memberikan definisi dan tafsir terhadap Pancasila. “Padahal kita tahu bahwa kalau Pancasila tafsirnya dimonopoli oleh negara, dikhawatirkan menjadi alat penggebuk dan memisahkan,” tuturnya.

Sambungnya, ia mencontohkan polarisasi yang terjadi di masyarakat kekinian. Menurutnya, hal tersebut merupakan sesuatu yang tidak positif bagi kehidupan kebangsaan.

“Narasi yang berkembang di masyarakat kan seperti itu. Ada yang Pancasilais, ada yang tidak Pancasilais, ada yang pro-NKRI, ada yang tidak pro-NKRI, pro-mana, ada cebong, ada kampret. Ini tidak positif bagi kehidupan kebangsaan,” tuturnya.

Karena itu, jika orang berbicara terkait Trisila maupun Ekasila dan ketuhanan yang berkebudayaan, itu sebenarnya merupakan catatan sejarah pada 1 Juni 1945 mengacu kepada pidato Presiden Pertama RI Soekarno.