YOGYAKARTA, SEMANGATNEWS.COM – Wakil Presiden KH. Makruf Amin diagendakan akan meresmikan pameran restrospektif karya pelukis maestro “urang awak” Syaiful Adnan (66 th) di Hall B Jakarta Covention Centre (JCC), Jalan Gatot Subroto, Jakarta berbarengan peresmian Jakarta Festival Halal Jumat 22.12.23 pukul 14.00 Wib dilokasi yang sama.
Baca Juga: Yusman Pematung Nasional “Urang Awak” Menerima Anugerah Kebudayaan Sri Sultan Hamengku Buwono
Pameran yang berlangsung sejak 22 sd 25 Desember 2023 itu menampilkan 60 lukisan dari berbagai tahun pembuatan sekaligus sebagai gambaran perjalanan sang maestro Syaiful Adnan dalam dunia kesenirupaan terutama seni lukis kaligrafi sejak 46 th silam, persisnya ketika Syaiful memulai seni lukis kaligrafi Arab dengan tema ayat Al-Quran.

Hal itu dikemukan Syaiful Adnan saat dihubungi semangatnews.com dikediamannya Rumah Kaligrafi Syaiful Adnan, RT 03/RW 19, Ambarketawang, Gamping, Sleman Yogyakarta, Selasa malam (5.12.23).
Menurut Syaiful, sejalan kegiatan pameran juga akan dilakukan launching buku biografi Syaiful Adnan yang ditulis Deni Junaedi (wartawan majalah seni rupa Visual Arts dan Pimred Makna Media para perupa) yang didalamnya didahului tulisan pengantar Didin Sirojuddin AR (dosen Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) berjudul “Khat Syaifuli dan Keteguhan Syaiful Adnan” dan Muharyadi (kurator dan jurnalis) menyinggung perihal “Kaligrafi Syaiful Adnan berangkat dari Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah”.

Sebagaimana diberitakan semangatnews.com 22 November 2023 sebelumnya, bahwa buku biografi Syaiful Adnan yang ditulis kurator pameran Deni Junaedi kepada media ini menyebutkan, mempelajari karya-karya Syaiful Adnan akan memberikan kesadaran bahwa warisan artistiknya dapat dicapai melalui kreativitas dan sekaligus konsistensi. Tema pilihan Syaiful sangat spesifik, yaitu ayat-ayat Al-Quran yang diwujudkan dalam bentuk kaligrafi Arab Syaifuli.

Pilihan tema dimaksud memiliki dua tantangan sekaligus ; Pertama, Memilih kaligrafi Arab berarti akan berhadapan dengan dunia pakem kaligrafi Arab yang disebut ‘khat’. Khat Arab. Berkarya di wilayah ini akan bertemu dengan kaidah tersebut dan sekaligus akan berurusan dengan kreativitas yang mesti diperjuangkan Syaiful selaku seniman akademis. Syaiful Adnan dapat memberikan warisan penting pada dunia seni Islami, tidak saja di Indonesia tetapi juga di lingkup internasional. Ia telah melahirkan gaya kaligrafi Syaifuli, yaitu kaligrafi Arab dengan lengkungan seperti pedang pada beberapa hurufnya.
Kedua, pilihan tema Syaiful akan membatasi lingkup pecinta karyanya. Lukisan kaligrafi Arab dengan tema ayat Al-Quran tentu saja identik dengan para kolektor Muslim dan lembaga terkait dengan agama Islam meski diakui sebagian kolektor lukisan Syaiful bukan semata beragama Islam. Artinya pencapaian artistik Syaiful bersifat general,” ujar Deni menguraikan.
Syaiful Adnan diakhir pembicaraannya menyebutkan, pameran retrospektif menampilkan karya-karyanya secara periodik tersebut diharapkan mendapat apresiasi luas oleh kalangan masyarakat di tanah air sejalan semangat kreativitasnya untuk tetap konsisten terus melahirkan karya-karya terbaik setiap ruang dan waktu,” ujar pelukis asal Saniang Baka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. (mh)
