Waspada! Gen Z Mulai Alami Hipertensi dan Gagal Ginjal Akibat Garam Tersembunyi

by -

Jakarta, Semangatnews.com — Fenomena mengejutkan kini menimpa generasi muda, khususnya Gen Z. Banyak dari mereka mulai menghadapi masalah kesehatan serius seperti hipertensi hingga gagal ginjal, padahal usia mereka masih tergolong muda. Menurut dr. Dion, salah satu faktor utama penyebabnya bukan hanya stres, melainkan konsumsi garam berlebih yang sering kali tidak disadari.

Dalam perbincangannya bersama Xaveria di program Salty Talk 2 yang tayang di kanal YouTube Ajinomoto, dr. Dion menjelaskan bahwa kelelahan yang kerap dianggap sebagai akibat dari padatnya aktivitas justru bisa berasal dari asupan garam tersembunyi dalam makanan sehari-hari. “Sering kali kita menyalahkan kerja keras atau kurang tidur. Padahal, rasa lelah itu bisa saja akibat tubuh kelebihan garam,” ujarnya.

Garam memang dibutuhkan tubuh, namun konsumsi berlebih dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi. Lebih buruk lagi, jika dibiarkan dalam jangka panjang, kebiasaan ini bisa memicu kerusakan ginjal yang berujung pada gagal ginjal. Fakta ini menjadi alarm keras mengingat pola makan Gen Z yang cenderung praktis dan banyak mengandalkan makanan cepat saji.

Salah satu masalah terbesar adalah garam tersembunyi. Kandungan sodium dalam makanan olahan, saus, camilan, hingga minuman instan sering kali jauh lebih tinggi daripada yang diperkirakan. Tanpa disadari, jumlahnya menumpuk dan melampaui batas konsumsi harian yang disarankan.

dr. Dion menegaskan bahwa gaya hidup modern membuat generasi muda sulit terlepas dari pola makan tinggi garam. “Kita makan mi instan, nugget, atau makanan kalengan, semuanya sudah mengandung sodium tinggi. Kalau ditambah lagi dengan kebiasaan menambahkan garam atau bumbu instan, jumlahnya bisa berlipat ganda,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia juga menyoroti kecenderungan Gen Z yang sering mengabaikan gejala awal hipertensi. Rasa pusing, cepat lelah, atau jantung berdebar sering dianggap hal biasa. Padahal, gejala tersebut bisa jadi tanda tubuh sedang kewalahan mengatasi kelebihan garam.

Program Salty Talk 2 hadir sebagai bentuk edukasi publik untuk mengingatkan pentingnya kesadaran mengatur pola makan. Tidak hanya membahas dampak kesehatan, diskusi ini juga memberi panduan praktis untuk mengurangi asupan garam tanpa harus mengorbankan cita rasa makanan.

Beberapa tips yang dibagikan di antaranya adalah memilih makanan segar dibanding olahan, memperhatikan label nutrisi, serta menggunakan bumbu alami sebagai alternatif. “Dengan cara sederhana ini, kita bisa menjaga kesehatan jangka panjang sekaligus tetap menikmati makanan,” ujar dr. Dion.

Peningkatan kasus hipertensi dan gagal ginjal di kalangan usia muda seharusnya menjadi perhatian bersama. Edukasi dan perubahan gaya hidup harus dilakukan sejak dini agar generasi muda tidak menjadi korban penyakit kronis yang sebenarnya bisa dicegah.

Dengan pesan utama “lebih sadar pada garam tersembunyi”, program ini diharapkan mampu membuka mata banyak anak muda bahwa kesehatan bukan hanya soal olahraga atau diet ketat, tetapi juga tentang memahami apa yang masuk ke dalam tubuh setiap hari.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.