Jakarta, Semangatnews.com – Di tengah riuhnya kawasan perdagangan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, terlihat tren baru dimana banyak wisatawan asal Malaysia menggunakan sistem pembayaran digital QRIS untuk berbelanja berbagai kebutuhan.
Fenomena ini menjadi sinyal positif bagi transformasi digital ekonomi ritel Indonesia, karena wisatawan mancanegara tidak lagi bergantung sepenuhnya pada uang tunai ataupun kartu konvensional ketika berkunjung ke pusat grosir terbesar di ibu kota.
Menurut pengelola sejumlah kios di Tanah Abang, dalam beberapa bulan terakhir transaksi dengan QRIS dari ponsel asing meningkat secara signifikan, khususnya dari pengunjung Malaysia. Hal ini memudahkan wisatawan untuk berbelanja tanpa harus menukar mata uang rupiah terlebih dahulu.
Bank sentral Indonesia yaitu Bank Indonesia menyebut bahwa pengoperasian QRIS lintas negara memberi kemudahan bagi wisatawan dan juga memperkuat inklusi keuangan serta pendapatan sektor perdagangan ritel dari kunjungan wisatawan.
Pedagang grosir di Tanah Abang menyampaikan bahwa selain kemudahan, penerimaan QRIS juga membantu menghindari risiko uang palsu dan mempercepat proses pembayaran sehingga antrean pengunjung dapat diantisipasi dengan lebih baik.
Meski demikian, pelaku usaha kecil dan menengah di pasar tradisional tersebut mengaku masih perlu adaptasi agar QRIS benar-benar bisa diterima secara luas oleh seluruh pedagang, terutama mereka yang belum terbiasa dengan sistem digital.
Beberapa wisatawan Malaysia yang ditemui menyebut, mereka memilih Tanah Abang karena reputasinya sebagai pusat belanja tekstil dengan harga bersaing, dan dukungan sistem pembayaran QRIS membuat pengalaman belanja menjadi jauh lebih nyaman.
Dengan meningkatnya transaksi dari wisatawan mancanegara, pihak asosiasi ritel berharap agar integrasi sistem pembayaran digital terus didorong ke seluruh lapisan pedagang, termasuk ke dalam pasar tradisional dan pusat grosir besar.
Para ahli ekonomi menilai bahwa tren ini tidak hanya mencerminkan perkembangan pembayaran digital, tetapi juga menunjukkan bahwa Indonesia makin siap untuk menyambut turis asing dengan layanan keuangan yang modern dan mudah diakses.
Kedepannya, pengembangan lebih lanjut dari sistem pembayaran lintas negara seperti QRIS perlu diperkuat agar manfaatnya bisa menyentuh seluruh rantai perdagangan, sehingga wisatawan dan pedagang sama-sama diuntungkan.(*)
