Wulan Guritno Akui Sempat Tolak Shaloom Razade Main di Filmnya karena Takut Dicap Nepotisme

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Aktris sekaligus produser Wulan Guritno mengungkapkan bahwa ia sempat menolak melibatkan putrinya, Shaloom Razade, dalam film terbarunya Malam 3 Yasinan. Keputusan itu diambil bukan karena meragukan kemampuan Shaloom, melainkan karena kekhawatiran akan tudingan nepotisme yang sering mencuat di industri hiburan.

Wulan mengatakan dirinya ingin menjaga profesionalitas dalam setiap proyek yang ia jalankan. Sebagai produser, ia merasa tidak ingin menciptakan kesan bahwa posisi Shaloom di film tersebut didapat hanya karena faktor kedekatan keluarga.

Sebelum proses pemilihan pemain berlangsung, sutradara film Malam 3 Yasinan, Yannie Sukarya, sempat menawarkan beberapa nama lain. Wulan kemudian semakin yakin bahwa langkah paling aman adalah tidak mendorong Shaloom untuk ikut serta agar tidak memicu spekulasi negatif.

Meski begitu, proses casting tetap berjalan dan tim produksi melakukan audisi untuk sejumlah kandidat, termasuk Shaloom. Menariknya, Shaloom mengikuti proses tersebut tanpa mengaitkan dirinya dengan posisi ibunya sebagai produser film.

Hasilnya, Shaloom justru menunjukkan performa terbaik di antara para kandidat. Tim kreatif akhirnya memilihnya berdasarkan kemampuan akting, tanpa campur tangan Wulan dalam proses penentuan pemain.

Wulan mengaku terkejut sekaligus bangga ketika mengetahui keputusan tersebut. Ia menyebut bahwa keberhasilan putrinya lolos casting menjadi pembuktian bahwa Shaloom mampu berdiri atas kemampuannya sendiri.

Film Malam 3 Yasinan sendiri menjadi proyek besar yang mempertemukan keduanya dalam satu produksi. Selain Wulan dan Shaloom, film ini juga dibintangi aktor dan aktris ternama yang memperkuat daya tarik film tersebut.

Film ini mengangkat kisah keluarga konglomerat yang menghadapi serangkaian kejadian misterius setelah tragedi menimpa salah satu anggota keluarga. Nuansa horor dan drama yang berpadu membuat film ini dinantikan banyak penonton.

Sejak pengumuman resmi para pemain, publik mulai menaruh perhatian lebih pada kolaborasi ibu dan anak ini. Banyak yang penasaran melihat bagaimana keduanya tampil dalam proyek yang sama.

Namun, isu nepotisme tetap menjadi topik yang tidak bisa dipisahkan dari diskusi publik. Warganet pun ramai membahas keputusan Wulan yang awalnya menolak Shaloom demi menjaga integritas profesional.

Meski sempat menjadi dilema, keputusan akhir menunjukkan bahwa proses audisi berjalan objektif. Shaloom mendapatkan perannya melalui penilaian tim produksi, bukan karena faktor keluarga.

Dengan jadwal rilis yang semakin dekat, Wulan dan Shaloom berharap perhatian publik dapat beralih pada kualitas film, bukan isu di balik layar. Keduanya menyatakan siap memberikan yang terbaik untuk karya ini.

Film Malam 3 Yasinan diharapkan menjadi bukti bahwa talenta dapat bersinar tanpa harus bergantung pada koneksi keluarga, dan menjadi momentum penting dalam perjalanan karier Shaloom Razade.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.