Yusman, Pematung Nasional “Urang Awak” Peduli terhadap Pendidikan dan Pariwisata Sumbar

oleh -

Yusman, Pematung Nasional “Urang Awak” Peduli terhadap Pendidikan dan Pariwisata Sumbar

Semangatnews,com, Padang – Dibalik suksesnya Yusman (55 th) lelaki kelahiran Sukamenanti, Pasaman 12 November 1964 dalam menapak kariernya sebagai seniman patung nasional asal “urang awak” selama 34 tahun lebih dan kini bermukim di kediamannya studio patung, Tegal Senggotan, RT 02 / RW 11 No. 53 Tirtonirmolo, Kasihan Bantul, Yogyakarta untuk selalu berkarya ternyata ia masih menyisakan waktunya peduli terhadap dunia pendidikan dan pariwisata di daerah asalnya.

Dalam kepedulian pendidikan itu dilihat dari aspek perhatian terhadap almamaternya SMSR Negeri Padang (SMKN 4 Padang), Yusman lulusan seni dekorasi (1984) selalu misalnya menyediakan tempat dan fasilitas anak praktek kerja industri/magang di studio patungnya Yogyakarta, kemudian senantiasa menjadi nara sumber dibanyak kegiatan di sekolah almamaternya terutama untuk peserta didik, selain nara sumber nasional.

Selain itu, Yusman dkk sejak tahun 2015 lalu mengurus organisasi alumni SSRI/SMS/SMKN 4 Padang se Indonesia yang jumlahnya ribuan orang dan tersebar. Sebagai ketua umum alumni, Yusman mendengar berbagai hal berkaitan keorganisasian alumni baik ke dalam organisasi maupun alumni terhadap almamaternya diantaranya mendorong pembangunan mushalla “Nurul Jamal” berukuran cukup besar dengan kapasitas daya tampung 500 jamaah lebih yang hingga siapnya diperkirakan menghabiskan dana sekitar Rp. 1,2 milyar lebih dan seabrek masalah lainnya.

Hal itu disampaikan Zardi Syahrir, alumni jurusan seni lukis (1988) yang juga menjadi ketua umum panitia HUT ke 54 SSRI/SMSR/SMKN 4 Padang ketika dihubungi semangatnews.com via telepon siang tadi (7/11).

Menurut Zardi Syahrir, semangat kebersamaan dengan suatu tujuan yakni ikut mendorong dan menyukseskan keorganisasian alumni, sukses pendidikan di sekolah dan sukses seni rupa dan industri kreatif dalam perspektif kebudayaan yang juga turut memperkuat sektor pariwisata di Sumatera Barat, kesemuanya dikemas dalam koordinasi organisasi sosial adalah suatu keniscayaan tumbuh dan berkembangnya serta dinamisnya peran strategis organisasi alumni dengan banyak seniman di dalamnya untuk memperkuat sekolah.

“Sosok Yusman juga memberi inspirasi bagi yang muda-muda di Sumbar dan karismatik beliau secara umum mampu menyatukan kawan-kawan alumni yang ingin berkontribusi ikut serta memajukan kegiatan kesenirupaan di Sumatera Barat”, ujar Zardi.

Sementara sekretaris umum alumni SSRI/SMSR/SMKN 4 Padang, Muharyadi, yang juga seniman dan kurator seni rupa saat dihubungi perihal aktivitas dan berbagai kegiatan Yusman, baik selaku seniman atau pekerja seni rupa serta kepedulian Yusman baik terhadap dunia pendidikan, kegiatan kesenirupaan, keorganisasian alumni dan kepedulian terhadap sektor Pariwisata di Sumatera Barat, sangat layak kita apresiasi bersama.

Mungkin sebagian diantaranya yang ada, terutama para alumni yang sukses di luar dengan karya-karyanya yang telah menasional bahkan mendunia, tak banyak memiliki ruang dan waktu memperhatikan almamater apalagi untuk dunia seni rupa dan industri kreatif bahkan pariwisata di daerah asalnya Sumatera Barat. Kita sangat memahami keterbatasan waktu masing-masingnya, ujar Muharyadi lagi.

Yusman di sela-sela kunjungan ke Sumatera Barat kepada Pemprov Sumbar, Pemko Padang dan beberapa pemkab di Sumbar didampingi sejumlah teman-teman seniman dalam beberapa kali audiensi dengan Gubernur Sumbar dan Pemko/pemkab Sumbar pernah mengusulkan, bahwa keindahan alam di Sumatera Barat yang menawan dan tak kalah menarik dari daerah lain di Indonesia, kulinernya yang luar biasa jenis dan ragamnya, keramahtamahan penduduknya akan lebih sempurna diberbagai tempat dan lokasi dilengkapi dengan karya-karya monumental dengan nilai-nilai sejarah yang melatar belakanginya tanpa merusak aspek lingkungan dan lain sebagai, ujar Muharyadi.

Muharyadi memberi contoh kecil bahwa obyek wisata “Batu Malin Kundang”, sejarah historis perjuangan masayarakat kota Padang di gunung Padang dan lainnya adalah bagian yang harus dipikirkan karena semuanya sangat menjanjikan aspek wisata dan budaya diu daerah ini.
Sayangnya seniman yang telah banyak menghasilkan karya-karya monumental di banyak daerah dan proivinsi di tanah air dalam hampir tiga dekade belakangan ini, belum memperoleh ruang untuk turut mewarnai Sumatera Barat dengan karya-karya terbaiknya agar Sumatera Barat benar-benar menjadi daerah tujuan pariwisata, bernilai sejarah maupun dalam ranah kebudayaan, ujar Muharyadi lagi. (FR).