4 Srikandi Pembatik Indonesia Asal Minang, Tetap Lahirkan Batik-Batik Terbaik Motif Eksplorasi Budaya Lokal

oleh -
salah satu pusat produksi batik ala motif minang Canting Buana di Padang Panjang

Semangatnews.com. Padang. Sedikitnya 4 (empat) srikandi pembatik Indonesia asal “urang awak” yang juga alumni SMSR (SMKN 4) Padang hingga saat ini terus mengapungkan debutnya dengan beragam eksplorasi dan motif yang dimunculkan dengan tidak mengabaikan budaya lokal yang mampu mencengangkan publik dengan karya-karya batik bahkan ekoprint.

Keempat pembatik urang awak itu adalah Yunizah “Sanggar Batik Basurek” di Bengkulu, Maryeni dengan “Sanggar Batik Minang” di Baso, Kabupaten Agam, Zulmi Aryani sanggar “Azyanu Batik”,    Semarang (Jawa Tengah) dan Widdiyanti “Sanggar Canting Buana Kreatif” di Padangpanjang, Sumatera Barat. Ke empatnya kini karya batiknya jadi lirikan publik karena desain dan karya-karyanya terus mengalir dengan eksplorasi kekinian, sebagaimana yang dihubungi semangatnews.com secara terpisah, Sabtu (6/03/21).

Baca Juga:  Gubernur Mahyeldi Lakukan Kunker ke Lampung, Ingin Majukan Potensi Perikanan Udang Sumbar

Menurut Yunizah yang ditemui di show room galeri batik “Sutra Duo Tigo” Jalan Danau Dendam Tak Sudah No 23 Bengkulu itu menyebutkan, saat ini setidaknya ada berbagai macam jenis batik yang tersebar di Nusantara. Karya batik merupakan seni lukis menggunakan kain bergambar yang memiliki pola dan cara pembuatan khusus dengan menuliskan atau menempelkan zat malam/lilin pada kain tersebut, yang dilanjutkan dengan pengolahan dengan cara tertentu yang khas.

Baca Juga:  Cara Cek Penerima BLT BPUM UMKM di BRI & BNI 2021, Klik eform.bri.co.id/bpum atau banpresbpum.id
Salah satu motif batik budaya minang

Apalagi batik Indonesia sebagai budaya telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan kemanusiaan bentuk budaya lisan dan non bendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak tanggal 2 Oktober 2009, ujar Yunizah yang  salah satu desain dan karyanya pernah ditetapkan sebagai desain dan batik terbaik tingkat nasional beberapa tahun lalu, ujar Yunizah.

No More Posts Available.

No more pages to load.