Jakarta, Semangatnews.com – Bank Indonesia (BI) menyiapkan perluasan konektivitas pembayaran antarnegara untuk memberikan kemudahan transaksi bagi wisatawan mancanegara di Indonesia. Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya kunjungan wisman sekaligus kebutuhan mendorong aktivitas ekonomi dari sektor pariwisata.
Saat ini, QRIS Antarnegara telah terhubung dengan enam negara, yakni Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok. Melalui konektivitas tersebut, wisatawan dari negara mitra dapat menggunakan aplikasi pembayaran asal negaranya untuk bertransaksi di merchant QRIS di Indonesia.
Namun, cakupan tersebut belum menjangkau seluruh wisatawan yang datang ke Indonesia. Berdasarkan data yang dipaparkan BI, sekitar 39,77 persen wisman berasal dari negara yang telah terhubung dengan QRIS Antarnegara, sedangkan 60,23 persen lainnya berasal dari negara yang belum terintegrasi.
Deputi Gubernur Senior BI Aida S. Budiman mengatakan konektivitas ekonomi dan keuangan digital menjadi salah satu aspek yang dapat mendukung mobilitas orang, barang, dan jasa. Dalam sektor pariwisata, kemudahan pembayaran menjadi bagian dari upaya memperkuat aktivitas ekonomi wisatawan.
Jumlah kunjungan wisatawan asing sendiri terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Indonesia menerima 11,68 juta wisman pada 2023, kemudian meningkat menjadi 13,9 juta pada 2024 dan 15,39 juta pada 2025.
Di sisi lain, peningkatan jumlah kunjungan tersebut belum diikuti kenaikan rata-rata pengeluaran wisatawan. BI mencatat tourist spending sekitar US$1.374 per orang pada 2023, naik menjadi US$1.392 pada 2024, sebelum turun menjadi US$1.267 pada 2025.
Untuk memperluas akses pembayaran, BI juga memperkenalkan Indonesia Travel Pack 2026. Panduan digital tersebut memuat informasi mengenai destinasi wisata, konektivitas telekomunikasi, serta pilihan layanan pembayaran bagi wisatawan yang berasal dari negara yang belum terhubung dengan QRIS Antarnegara.
Dari sisi transaksi, perkembangan QRIS Antarnegara menunjukkan aktivitas inbound yang cukup besar. Hingga 2026, transaksi pengguna negara mitra di Indonesia mencapai 17,8 juta transaksi senilai Rp6,2 triliun, sedangkan transaksi pengguna Indonesia di negara mitra mencapai 5 juta transaksi senilai Rp1,85 triliun.
Konektivitas tersebut juga membuka peluang bagi UMKM yang menjadi bagian besar dari ekosistem QRIS domestik. Hingga Juli 2026, terdapat 45,46 juta merchant QRIS dan 96,69 persen di antaranya merupakan UMKM.
BI selanjutnya berencana memperluas kerja sama dengan negara-negara yang memiliki hubungan ekonomi, perdagangan, pariwisata, dan mobilitas masyarakat yang kuat dengan Indonesia. Hong Kong dan Timor-Leste menjadi bagian dari agenda perluasan tersebut.
Dengan semakin banyak negara yang terhubung, sistem pembayaran digital lintas negara diharapkan dapat memberikan akses transaksi yang lebih luas bagi wisatawan sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha Indonesia. BI menempatkan pengembangan ini sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas ekonomi dan inklusi keuangan di tingkat regional maupun global.(*)

