Plt. Bupati Solok Selatan Abdul Rahman Sampaikan Nota Pengantar KUPA-PPAS-P APBD Tahun 2020.

oleh -

Plt. Bupati Solok Selatan Abdul Rahman Sampaikan Nota Pengantar KUPA-PPAS-P APBD Tahun 2020.

Semangatnews. Solok Selatan – Dalam pidatonya, Abdul Rahman menyebutkan Penyusunan KUPA PPAS-P merupakan awal dari proses penganggaran, dengan kata lain bridging antara perencanaan dan penganggaran yang selanjutnya dilanjutkan dengan penyusunan APBD Perubahan.

Oleh karena itu setelah Nota Kesepakatan KUPA dan PPAS-P Tahun 2020 kita sepakati bersama nantinya, akan segera dilanjutkan dengan penyiapan Dokumen RAPBD Perubahan Tahun 2020 oleh Perangkat Daerah yang dikoordinir oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Ia menambahkan, dengan dihadapkan pada kondisi cukup sulit, dimana dampak pandemi Covid-19 yang melanda indonesia, telah berdampak besar terhadap penurunan perekonomian Nasional dan Daerah.

Dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi dan kondisi keuangan diatas maka pada KUPA dan PPAS Perubahan Kabupaten Solok Selatan Tahun 2020 dijabarkannya dalam beberapa hal sebagai berikut;

Perubahan Proyeksi Pendapatan Daerah Kabupaten Solok Selatan pada tahun 2020 yaitu dari Rp. 916.161.228.962,- menjadi Rp 837.490.766.063,- atau mengalami penurunan sebesar 78.670.462.899,-.

Penurunan pendapatan ini disebabkan terjadinya penurunan target Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp. 4.124.560.076,-, Penurunan target Dana Perimbangan Daerah sebesar Rp. 84.769.093.502,-, selain itu terdapat kenaikan dari target Lain-lain Pendapatan Daerah yang sah sebesar Rp. 10.223.190.679,-

Untuk menyesuaikan penurunan Pendapatan Daerah maka terjadi penurunan Belanja Daerah dari Rp. 952.575.457.909,- menjadi Rp. 903.316.127.976,- atau mengalami penurunan sebesar Rp. 49.259.329.933,-. Penurunan ini berdampak langsung terhadap penurunan belanja program dan kegiatan sebesar Rp. 86.378.600.984,-.

Penurunan ini berdampak sebagai akibat kenaikan belanja tidak langsung dari Rp. 488.973.368.576,- menjadi Rp. 526.092.639.627,- atau mengalami kenaikan sebesar Rp. 37.119.271.051,-. Kenaikan belanja ini disebabkan oleh kenaikan belanja Tidak Terduga yang sebahagian besar diperuntukkan untuk Penanganan Covid-19.