Pariwara Kota Payakumbuh
Semangatnews Payakumbuh-Mencetak usahawan baru merupakan tantangan utama dunia perguruan tinggi saat ini, khususnya perguruan tinggi berlatar ekonomi dan bisnis. Pertumbuhan angkatan kerja yang tinggi dan turut diproduksi oleh perguruan tinggi, menyebabkan kesempatan kerja semakin menipis. Jika mahasiswa tidak dibekali dan dibentuk menjadi seorang usahawan (enterpreneur), maka angka pengangguran akan semakin melambung.
Hal tersebut diungkap Wakil Walikota Payakumbuh, Erwin Yunaz saat menjadi narasumber talkshow enterpreneur yang diangkatkan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen, Universitas Dharma Andalas (Unidha) dalam rangka kegiatan Manajemen Fair yang berlangsung di Aula Kampus Dharma Andalas, kawasan Simpang Haru, Kota Padang, pada Rabu (2/5).

Dikatakan Erwin, mahasiswa kedepan harus berfikir bagaimana menciptakan usaha sendiri dan menjadi pengusaha. Mahasiswa jangan lagi berfikir mencari pekerjaan setelah tamat kuliah.
“Kesempatan kerja semakin menyempit, apalagi kehadiran tenaga kerja asing yang tidak bisa kita hindari. Jika ingin bersaing, kita harus bekali diri dengan skill, disiplin dan sikap profesionalitas, dimana pada hal-hal tersebut mereka lebih unggul dari pada kita,” ujar Wawako Erwin Yunaz.
Dikatakan Erwin, melihat realitas demikian, maka menjadi pengusaha merupakan pilihan yang sangat tepat, apalagi Orang Minang sudah lama dikenal dengan jiwa dagangnya.

“Orang Minang itu mengalir dalam dirinya darah dagang, maka mari kita bangkitkan kembali potensi dagang itu didalam diri kita, apalagi dalam agama kita (Islam-red) sudah dijelaskan bahwa sembilan dari sepuluh pintu rezeki berasal dari dunianl dagang,” kata Wawako Erwin Yunaz.
Dikatakan Erwin untuk memulai usaha tidak harus mikir terlampau jauh dan rumit. Tidak usah berfikir ketersediaan modal dulu. Usaha bisa dimulai dengan memanfaatkan peluang usaha yang ada disekitar kita. Salah satunya dengan menjadi broker atau penyalur produk.
“Memulai usaha itu gampang, yang sederhana saja, jangan mikir yang jauh-jauh. Memulai itu dengan melihat dulu peluang yang ada. Lihat dari segi trading dulu, bisa diawali dengan jadi broker, tidak harus memproduksi langsung atau membuat rumah produksi, itu berat,” ujar Wawako.
Dikatakan, trading atau broker itu sejatinya adalah penguasa usaha yang sebenarnya. Dengan modal yang kecil bahkan tanpa modal, bisa menghasilkan keuntungan.
“Apakah LAzada, Toko Pedia, Bukalapak dan sejenisnya itu punya rumah produksi? Apakah mereka memproduksi barang? Jawabannya, Tidak! Mereka adalah trading. Jadi inilah sebenarnya yangbperlu disadari, kejelian melihat peluang pasar. Inilah yang harus kita ajak dan tanamkan di dunia kampus kepada mahasiswa kita,” ujar Wawako.
Ditambahkan, membentuk pembeli yang loyal merupakan kiat juga dalam memulai usaha, dan itu bisa berasal dari kelompok atau komunitas masyarakat tertentu seperti mahasiswa.
“Pikir dulu apa kebutuhan lingkungan kita. Misal dikampus ini ada 2000 mahasiswa. Mereka pasti butuh sabun mandi, odol, sampo dan lain-lain, kenapa tidak mulai dari peluang itu. Sediakan sabun buat mereka, bikin jargon, mahasiswa belanja sabunnya di kampus. Bayangkan, minimal 2000 sabun perbulan berhasil kita jual. Nah, itu cara yang cukup sederhana untuk memulai usaha ” beber Erwin.
Dijelaskan, trading merupakan pintu awal yang paling mudah untuk memulai usaha. Para usahawannya memainkan peran broker, yang hanya menyalurkan barang dari produsen ke konsumen.
“Ketika aktivitas trading sudah berjalan lancar, semuanya sudah tersalurkan dengan baik, maka baru kita berfikir bagaimana memproduksi sendiri, membuat rumah produksi sendiri agar usaha bisa lebih besar dan menjadi sumber pendapatan baru,” ujar Wawako erwin.
Dikatakan Erwin, saat ini Pemko Payakumbuh terus berusaha bagaimana mencetak usahawan usahawan baru.
“Kita terus dorong usahawan kita untuk kreatif melihat peluang usaha baru dan menciptakan produk-produk unggulan yang dibutuhkan pasar. Pengusaha juga harus berkolaborasi dengan dunia kampus untuk mengembangkan sayap usaha sehingga kedepan kita berharap skalanya sudah mass production, tumbuh dari skala UKM menjadi industri,” pungkas pungkas Wawako Erwin.
Disamping Wakil Walikota Payakumbuh, panitia juga mengundang pembicara dari unsur akademisi dan praktisi. Masing masing, dosen Fakultas Ekonomi Unand, Donard Games, Phd dan Praktisi yang juga Ketua Forum UMKM Sumbar, Bunda Reffan yang sudah memiliki brand usaha sendiri yaitu Reffan House. (jn)
#laporankhususbagprokotolpayakumbuh
