SEMANGATNEWS.COM, DHARMASRAYA – Bupati Sutan Riska menyampaikan rasa senang dan bangga kepada seluruh Wali Nagari, karena baru saja selesai mendapatkan ilmu pengetahuan, pengalaman melalui bimbingan tekhnis terkait pengelolaan Bumnag bulan Mai lalu dan selang beberapa hari kemudian dilanjut studi tiru pengembangan dan pengelolaan desa wisata berbasis potensi lokal ke Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur.
Ungkapan ini beliau sampaikan dihadapan Sekda, Kepala OPD, Camat dan seluruh Wali Nagari serta undangan lainnya dalam acara Rapat Koordinasi di kantor Bupati, Senin (13/6).
Merujuk informasi yang disampaikan Kadis PMD Dharmasraya, Hasto Kuncoro, Banyuwangi adalah Kabupaten di ujung timur Pulau Jawa yang mempunyai banyak julukan, seperti The Sunrise of Java, Kota Gandrung serta gelar lainnya. Akan tetapi ada pula istilah kota Kencing, Orang hanya numpang kencing, terus melanjutkan perjalanan ke pulau Bali. Adalagi istilah yang lebih ekstrim, kota Santet, karena berbagai hal gaib dipercaya oleh warga disebabkan Santet.
“Dari julukan di atas kita membayangkan bagaimana kabupaten Banyuwangi dulunya dan kondisi sekarang, sudah pak Wali Nagari lihat secara langsung keadaannya. Wali Nagari sudah meninjau ke salah satu desa, mengandalkan potensi lokalnya. Semua potensi itu ada semua sama kita. Bisa merubah wajah kabupaten yang dulunya jauh terpuruk dari kita, bisa mengangkat perekonomian masyarakat melalui pariwisata kearifan local mereka dan pengelolaan Bumdesnya yang smart kampong atau smart digital,” ujar Sutan Riska.
Banyak potensi wisata alam yang bisa kita kemas dengan seperti Gunung Medan, Bukit Tambun dan Bukik Lantaknya. Pesona air jernih di tempat kita seperti Lubuk Karak, Banai, Gunung Selasih, Alahan Nan Tigo dan lain lain. Mereka punya keunggulan yaitu komitmen dan keseriusan dari seluruh kelembagaannya yang ada di desa nya. Mulai dari Pemerintah Desa, Lembaga Desa dan Bumdes nya.
Bumdesnya mengemas bentuk lain usaha ekonomi masyarakat dengan wisata edukasinya dengan kampong kopi, Kampung Susu Perah, secara smart kampong. Dengan kemasan baik ini, usaha masyarakat seperti cottage dan homestay milik masyarakat pun hidup dan itupun semua akses dengan smart digital nya ke Bumdesnya.
“Ketika pariwisata berdasarkan kearifan lokal dikelola secara profesional bersama Bumdes, maka seluruh pergerakan ekonomi masyarakat akan tumbuh mulai usaha UMKM, jasa transportasi masyarakat, penginapan masyarakat dan jasa lainnya akan bergerak dan pada ujungnya peningkatan pendapatan asli nagari melalui Bumnagnya dipastikan akan tumbuh.
Tidak salah pemerintah pusat selalu memprioritaskan penggunaan dana desa dari tahun ke tahun terlebih di masa Pandemi Covid-19 ini, selalu orientasinya peningkatan ekonomi masyarakat melalui Bumdes dan desa wisatanya. Oleh karena itu, para wali nagari mari bersama kita serius meningkatkan perekonomian nagari melalui program sektor ekonomi dan pariwisata.
“Kami masih melihat pengelolaan Bumnag kita belum bergerak optimal sebagaimana mestinya, maka kemarin kami perintahkan Kepala DPMD Kabupaten Dharmasraya agar lakukan bimbingan teknis terhadap pengelolaan Bumnag, biar jalannya sesuai dengan peraturan perundang-undangannya yang berlaku. Terlebih 43 Wali Nagari akan berakhir masa jabatannya pada tanggal 9 Desember 2022 mendatang,” tutup Sutan Riska.(rsy)
