Sudah 23 Tahun Mentawai Jadi Kabupaten, Sarana dan Prasarana Masih Terabaikan?
SEMANGATNEWS.COM — Mentawai oh Mentawai, nestapa mu tak kunjungi teratasi dari masa ke masa. Meskipun objek wisatamu sudah mendunia, namun sarana dan prasarana masih jauh dari harapan.Terabaikan!?
Sejak tahun 1999, Kepulauan Mentawai dikukuhkan menjadi sebuah kabupaten bernama Kabupaten Kepulauan Mentawai dengan ibu kota di Tuapejat. Sebelumnya, kepulauan ini berada pada wilayah administrasi Kabupaten Padang Pariaman.
Sudah 23 tahun sebagai kabupaten, namun pembangunan tak kunjung berangsur. Diakui masih ada saja yang menganggap Mentawai lebih bagus tetap berstatus 3T (Terdepan Terpencil Tertinggal) karena banyak bantuan mengalir ke Mentawai.
“Tapi itu berarti kita tidak membangun, membangun fisik dan membangun manusia. Infrastruktur sebagai bagian dari kemajuan manusia, sehingga tidak akan membuat investasi terdorong masuk Mentawai,” kata Pj.Bupati Kepulauan Mentawai, Martinus Dahlan Sabtu pagi (16/7) ketika bersilaturahmi dengan para pengurus PWI Sumbar di kantor PWI Jl Bagindo Azizchan, Padang.
Martinus mengatakan bahwa infrastruktur baik public utility maupun infrastruktur transportasi sangatlah didambakan oleh Mentawai.
“Impian rakyat Mentawai yg paling dasar adalah mendapatkan sumber air bersih. Saat ini air bersih adalah kebutuhan hidup. Memang Mentawai sudah ada sejak dahulu kala, tetapi rata-rata air utk kebutuhan MCK dan minum kualitasnya masih sangat buruk. ketiadaan air bersih juga mengancam kualitas hidup manusia di Mentawai. Stunting juga akan dipicu oleh minimnya air bersih di Mentawai,” kata Pj.Bupati yang berobsesi agar Mentawai bebas dari ketertinggalan dan tidak terpaku dengan ketertinggalan dan keterbatasan.
Para pimpinan opd jangan banyak berpangku tangan. Harus inovatif, kreatif, meskipun terbatas. Itulah tantangan yg diatasi bersama, tegas Martinus yang sebelum Pj adalah Sekda Kepulauan Mentawai.
Dikatakan, sarana dan prasarana air bersih paling-paling ada hanya di Tua Pejat. Sedang di bagian lain Mentawai terutama di pulau-pulau terpencil air bersih adalah sebuah kemewahan. Bahkan tak jarang ditemui warga mandi dengan air galon.
Menjawab pertanyaan soal jalan keluarnya, Martinus mengatakan bahwa saat ini sedang dibangun sembilan embung untuk menampung air bersih guna disalurkan ke rumah warga.
“Kita terus berusaha mendapatkan bantuan dari Kementerian PUPR. Tapi belum ada realisasi,” katanya.
Selain air bersih, yang juga sangat mendesak adalah penerangan dan energi listrik serta infrastruktur komunikasi berupa tower BTS untuk telekomunikasi seluler maupun non seluler.
“Capai juga kita mengajak investor mau tanam modal di sini tetapi tanpa listrik dan telekomunikasi, para investor berpikir dua kali untuk berinvestasi di Mentawai. Kita butuh 200 BTS agar Mentawai bisa bebas dari blankspot,” ujar Martinus.
Satu hal yang menggembirakan menurut mantan Sekdakab Mentawai itu, sudah hampir rampungnya perpanjangan runway Bandara Rokot. Menurut perhitungan, Agustus selesai finishingnya dan September menurut rencana akan diresmikan.
“Insyaallah diresmikan oleh Presiden pada September nanti. Nanti landasan bisa didarati pesawat besar seperti WingAir dan sebagainy terutama pesawat type ATR yang bisa membawa penumpang lebih banyak dibanding pesawat kecil berpenumpang 12 orang seperti sekarang,” kata dia.
Transportasi udara, kata Martinus, akan mempercepat arus komoditas Mentawai ke luar menuju pasar.
Kunjungan ke PWI Sumbar disambut oleh Ketua PWI Heranof Firdaus bersama para pengurus lainnya.
Ketua PWI Sumbar menilai Pj Bupati Mentawai ini, mengingatkan kita dengan sosok Gubernur Gamawan Fauzi tatkala jadi gubernur Sumbar yang sering melakukan lobi menjojokan Sumbar agar dana pembangunan terus mengalir dari pemerintah pusat.
Mudah2an Mentawai cepat berubah selama di tangan Pj. Bupati yang aksesnya ke pusat tidak diragukan lagi.
Hadir dalam pertemuan tersebut, Ketua Dewan Kehormatan PWI Sumbar, Basril Basyar, Zulnadi, Gusfen Khairul, Edi Jarot, Sawir Pribadi, Jayusdi Effendi, Nofi Sastra, Aidil, Chsrles.
Sedangkan Pj Bupati didampingi Kepala
Dinas Kominfo Mentawai Heri Robertus S., S Kom., M.Kom. Sandra Oktavia, SE,MH, kabag Protokol Kantor Bupati.**
