Aqila Choirunnisa Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia Bandung Meneliti Pelukis Minang Evelyna dan Karya-karyanya

by -
Aqila Choirunnisa Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia Bandung Meneliti Pelukis Minang Evelyna dan Karya-karyanya
Peneliti Aqila Choirunnisa

BANDUNG, SEMANGATNEWS.COM – Pelukis Wanita Indonesia asal Minang, Sumatera Barat, Evelyna Dianita (58 th) dengan karya-karyanya yang mayoritas mengangkat obyek wanita Minang menjadi obyek penelitian Aqila Choirunnisa mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prodi Seni Rupa dan Kerajinan Bandung sejak beberapa bulan silam hingga saat ini.

Baca Juga: Suasana Pilu, Sedih Masyarakat Terus Berlangsung di Kediaman Korban Nia Kurnia Sari Pedagang Gorengan di Kayu Tanam

Penelitian yang berjudul : “Analisis visualisasi budaya matrilineal Minangkabau dalam lukisan karya Evelyna Dianita” terhadap kepelukisan Evelyna dan karya karyanya selama ini secara kualitatif dimaksudkan, untuk mengeksplorasi dan memahami suatu gejala sentral memperlakukan partisipan benar-benar sebagai subjek dan bukan objek.

Lukisan Evelyna Dianita, Bialah dendang nan manyampaikan, 65 x 65 cm
Lukisan Evelyna Dianita, Bialah dendang nan manyampaikan, 65 x 65 cm

Penelitian ini memberikan peluang seluas-luasnya kepada partisipan untuk mengungkapkan pikiran dan pendapatnya tanpa batasan yang biasa ditemukan dalam penelitian ini terhadap kepelukisan Evelyna dan karya karyanya,” jelas Aqila Choirunnisa, Senin 23/09/24 di Padang.

Kamis, (19/09/24) Aqila demikian panggilan akrab mengunjungi, mengunjungi pelukis Evelyna Dianita di studionya komplek perumahan “Palapa Saiyo” Jln. H. Anas Malik B 8/16, Pasar Usang, Padang Pariaman, Sumatera Barat guna melihat dari dekat karya karya yang dikerjakan selama ini termasuk melihat sejumlah katalog pameran yang pernah diikuti pelukis produktif kelahiran Bukiitinggi 13 Juli 1966.

Lukisan Evelyna, Bungo Parawitan, 120x100cm, cat minyak
Lukisan Evelyna, Bungo Parawitan, 120x100cm, cat minyak

Sebelumnya Aqila berinteraksi dengan Evelyna Dianita secara jarak jauh via HP seluler baik pengamatan karya secara video call maupun mengajukan sejumlah pertanyaan guna mengeksplorasi dan memahami suatu gejala sentral karya karya Evelyna sebagai subjek dan bukan objek karya.

Kemudian penelitian juga diperkuat langsung dua nara sumber dari Sumber yakni Indra Irawan (dosen seni rupa ISI Padang Panjang) serta Muharyadi (Pengamat Seni Rupa dan Kurator) ditempat dan waktu terpisah diperkuat sejumlah literatur yang relevan,” ujar Aqila.
Menurut Aqila, Evelyna Dianita banyak mengangkat persoalan keseharian di Minangkabau, seperti pesta perkawinan, sosok gender, yang dibuat seindah mungkin dengan menampilkan isen-isen pakaian dan busana Minang.

Lukisan Evelyna Dianita, Ma arak Anak Daro jo Marapulai 100 x 120 cm
Lukisan Evelyna Dianita, Ma arak Anak Daro jo Marapulai 100 x 120 cm

Hal menarik ada dialog dari obyek yang diangkat, serupa saiyo sakato (seiya sekata), sairiang sajalan (seorong sejalan), musyawarah mufakat mencari suatu tujuan atau kebenaran sebagaimana menjadi budaya masyarakat di Minangkabau.

Obyek Wanita yang menjadi mayoritas subyek karya-karya memliki keistimewa kedudukan dalam garis keturunan ibu (matrilineal) melalui ungkapan “alu tataruang patah tigo (alu : alat penumbuk padi), samuik tapijak indak mati (semut terinjak tidak mati),” Ungkapan ini merupakan bentuk arti kekuatan dan kelembutan wanita Minang. Hal ini menjadikan ide dalam penciptaan karya seni yang dihadirkan Evelyna Dianita. Kedudukan wanita Minang di Minangkabau sangat dihargai peranannya dalam suatu kaum (kelompok atau komunitas).

Evelyna Dianita dan Peneliti Aqila Chairunissa
Evelyna Dianita dan Peneliti Aqila Chairunissa

Bundo Kanduang merupakan wanita yang dituakan di suatu kaum yang paham dengan peraturan, nilai-nilai adat dan budaya Minangkabau. Bundo kanduang juga mempunyai peran yang sangat penting dalam menentukan keputusan-keputusan atau peraturan-peraturan yang dibuat dalam suatu kaum.

Nilai adat budaya Minangkabau juga mengalami pergeseran-pergeseran. Hal ini tidak hanya terjadi di luar Minangkabau saja namun juga terjadi di dalam adat itu sendiri.

Adapun realitas perkembangan adat Minangkabau hari ini menjadikan ide dalam karya penciptakaan dalam bentuk karya seni lukis dua dimensional figuratif dengan menggunakan teknik impasto sebagaimana yang dilakukan Evelyna Dianita.

Pada banyak karya ini figur wanita menjadikan objek utama di kanvas Evelyna. Evelyna Dianita mengekspresikan kedudukan wanita Minangkabau melalui karya seni lukis yang digarapnya selama ini, ujar Aqila mahasiswa semester akhir S1 UPI Bandung minat seni rupa yang Insya Allah selesai dikerjakan oktober 2024 mendatang mengakhir. (mh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.