HUT ke‑39 Pemuda Tani Indonesia: Aksi Tanam Serentak 100.000 Bibit di 8 Provinsi

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Organisasi Pemuda Tani Indonesia merayakan hari ulang tahunnya yang ke‑39 dengan melakukan aksi tanam serentak nasional. Kegiatan tersebut dilaksanakan di delapan provinsi dan ditandai dengan penanaman 100.000 bibit oleh para anggota dan pengurus organisasi.

Ketua Umum Pemuda Tani Indonesia menyampaikan apresiasi atas capaian sektor pertanian nasional yang mulai menunjukkan kemajuan, salah satunya lewat swasembada beras dan peningkatan cadangan pangan pemerintah. Ia menegaskan bahwa generasi muda harus semakin bangga dan aktif dalam dunia pertanian.

Dalam sambutannya, ia juga menyebut bahwa penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi dan penyederhanaan regulasi menjadi bukti bahwa pemerintah memperhatikan akses petani terhadap input produksi. Kebijakan ini diharapkan memperkuat produktivitas dan daya saing pertanian nasional.

Acara pusat digelar di Katulampa, Bogor, sekaligus menjadi tempat peluncuran rangkaian kegiatan bertema regenerasi petani muda. Di sana hadir pengurus nasional bersama anggota daerah dari berbagai provinsi.

Dalam pelaksanaan tanam serentak, setiap provinsi menanam jenis bibit yang berbeda sesuai kondisi lokal. Misalnya di Sumatra Utara menanam aren dan pinang, Riau kopi, Lampung pala, Banten aren dan cengkeh, Jawa Tengah aren, Sulawesi Selatan cengkeh, Kalimantan Tengah pala, dan di Bogor sendiri padi serta vanili.

Ketua Umum mengajak para petani muda dan anggota organisasi untuk tidak memandang pertanian sebagai pekerjaan yang terpaksa, tetapi sebagai kebanggaan dan pilihan karier. Ia berharap agar teknologi dan inovasi semakin diadopsi oleh petani muda agar sektor ini makin modern.

Kehadiran tokoh nasional dan daerah memperkuat komitmen bahwa pertanian menjadi sektor strategis untuk pembangunan berkelanjutan. Beberapa pejabat hadir dan melakukan penanaman bersama sebagai simbol dukungan terhadap generasi muda di bidang tani.

Organisasi juga berharap agar hasil penanaman ini menjadi stimulasi bagi industri pengolahan hasil pertanian dan ekonomi kreatif di desa‑desa, sehingga rantai nilai pertanian tidak hanya berhenti pada produksi tetapi hingga pemasaran dan olahan.

Tantangan yang masih dihadapi antara lain adalah akses lahan yang makin terbatas, perubahan iklim yang mempengaruhi produktivitas, serta minat generasi muda yang harus terus dibangkitkan melalui pembinaan yang tepat dan kebijakan yang mendukung.

Dengan momentum HUT ke‑39 ini dan aksi penanaman massal yang dijalankan, Pemuda Tani Indonesia menunjukkan bahwa mereka ingin menjadi bagian aktif transformasi pertanian nasional—bukan hanya sebagai organisasi, tetapi sebagai agen perubahan yang membawa pertanian ke era baru.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.