Membandingkan Kesehatan Global: Indonesia di Peringkat 109, Siapa 10 Teratas?

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Negara-negara dengan penduduk paling sehat di dunia baru saja dirilis dalam laporan indeks kesehatan global 2025. Berdasarkan penilaian ini, Indonesia menempati posisi ke 109 dari 197 negara dengan skor indeks sebesar 68,84, jauh di bawah negara-negara tetangga di Asia Tenggara.

Pemeringkatan tersebut menggunakan beberapa kriteria utama: harapan hidup sehat, tekanan darah, kadar glukosa darah sebagai indikator risiko diabetes, prevalensi obesitas, tingkat depresi, konsumsi alkohol dan tembakau, tingkat aktivitas fisik, hingga pengeluaran pemerintah untuk layanan kesehatan publik.

Negara yang berhasil menempati peringkat 1 hingga 10 menunjukkan skor yang sangat tinggi: peringkat pertama adalah Taiwan dengan skor 97,59, disusul Singapura (97,43), Israel (97,10), Jepang (97,07), dan Swiss (97,06).

Sementara itu Indonesia yang masih di angka 68,84 menunjukkan bahwa masih terdapat banyak ruang perbaikan, terutama dibanding negara tetangga seperti Malaysia (77,73), Thailand (80,80) dan Brunei Darussalam (84,28).

Pengamat kesehatan mengingatkan bahwa angka stabilitas kesehatan semacam ini bukan sekadar soal fasilitas medis, tetapi juga soal pola hidup masyarakat, budaya kebugaran, akses ke layanan kesehatan dini, serta sistem pencegahan yang kuat—faktor-faktor yang masih belum merata di Indonesia.

Tantangan bagi Indonesia meliputi isu seperti obesitas yang meningkat, aktivitas fisik yang menurun, konsumsi tembakau yang masih tinggi di beberapa wilayah, serta disparitas akses antar provinsi terhadap layanan kesehatan preventif. Data-data seperti ini akan terkorelasi langsung dengan skor kesehatan nasional.

Di sisi lain, negara-negara yang berada di peringkat atas bukan hanya unggul dalam sistem kesehatan, tetapi juga berhasil mendorong masyarakatnya menjalani gaya hidup sehat: makanan bernutrisi, olahraga rutin, rendah konsumsi alkohol, dan layanan kesehatan yang mudah diakses.

Untuk memperbaiki posisi, banyak pihak berharap bahwa kebijakan pemerintah terkait kesehatan publik, promosi gaya hidup aktif, peningkatan fasilitas medis, dan edukasi masyarakat perlu digenjot. Sebab jika tidak, maka meskipun angka rata-rata bertumbuh, Indonesia tetap akan tertinggal.

Bagi masyarakat, hasil ini juga menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan bukan hanya urusan pribadi, tetapi bagian dari kontribusi terhadap kualitas hidup bersama. Jika banyak warga hidup lebih sehat, maka beban sistem kesehatan akan mengecil dan produktivitas nasional bisa meningkat.

Akhirnya, meskipun hasilnya kurang memuaskan, posisinya juga memberi kesempatan untuk membalikkan keadaan. Indonesia masih memiliki bonus demografi dan pasar yang besar, sehingga jika komitmen perubahan dilakukan, pergeseran ke peringkat yang lebih baik bukanlah hal yang mustahil.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.