Jakarta, Semangatnews.com – Pemerintah China dilaporkan melakukan lobi intensif kepada Iran agar kapal pengangkut minyak dan gas dapat melintas dengan aman di Selat Hormuz di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah. Langkah ini dilakukan karena jalur laut tersebut menjadi salah satu rute energi paling vital bagi perdagangan global.
Upaya diplomasi Beijing muncul setelah meningkatnya ketegangan militer yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Situasi tersebut memicu gangguan besar terhadap pelayaran kapal tanker yang membawa minyak mentah dan gas alam cair dari kawasan Teluk.
Sejumlah sumber diplomatik menyebut China tengah berdiskusi dengan pejabat Iran agar kapal tanker, termasuk pengangkut minyak mentah dan LNG dari Qatar, dapat memperoleh jalur aman melewati perairan tersebut.
China sangat berkepentingan menjaga stabilitas jalur pelayaran tersebut karena negara itu merupakan salah satu importir energi terbesar dari Timur Tengah. Gangguan terhadap jalur Hormuz berpotensi mengganggu pasokan energi bagi industri dan ekonomi China.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab. Sekitar seperlima pasokan minyak dunia dan sebagian besar gas alam cair global melewati selat sempit tersebut setiap hari.
Ketegangan di kawasan meningkat sejak Iran memperingatkan kapal-kapal asing agar tidak melintas di selat tersebut menyusul serangan militer terhadap negaranya. Beberapa kapal tanker bahkan dilaporkan menghindari rute tersebut karena alasan keamanan.
Selain ancaman terhadap pelayaran, beberapa insiden serangan terhadap kapal tanker juga dilaporkan terjadi di wilayah itu. Serangan drone terhadap kapal bahan bakar di Selat Hormuz sempat memicu kebakaran dan menambah kekhawatiran dunia terhadap keamanan jalur energi global.
Akibat konflik yang berkepanjangan, aktivitas pelayaran di wilayah tersebut menurun drastis. Banyak kapal tanker memilih menunggu di perairan sekitar Teluk Oman atau pelabuhan terdekat untuk menghindari risiko serangan.
Kondisi ini memicu kekhawatiran pasar energi dunia karena Selat Hormuz merupakan salah satu jalur distribusi minyak paling penting di planet ini. Gangguan kecil saja dapat berdampak besar terhadap harga minyak dan gas global.
China sendiri terus mendorong semua pihak menahan diri dan memastikan jalur pelayaran tetap aman. Beijing menilai stabilitas kawasan menjadi kunci agar perdagangan energi global tidak terganggu lebih jauh.
Para analis menilai diplomasi China terhadap Iran menunjukkan betapa krusialnya Selat Hormuz bagi ekonomi dunia. Jika jalur tersebut benar-benar tertutup, dampaknya bisa memicu krisis energi global dan lonjakan harga minyak yang signifikan.(*)

