IHSG Ambles 2 Persen, Bursa RI Kembali Terperosok ke Level 7.500

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Pasar saham Indonesia kembali berada di zona merah setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam pada perdagangan pagi. Koreksi tersebut membuat indeks kembali turun ke kisaran level 7.500 setelah sebelumnya sempat berada di level yang lebih tinggi.

Pada perdagangan sekitar pukul 09.45 WIB, IHSG tercatat merosot sekitar 156 poin atau sekitar 2 persen ke posisi 7.554. Penurunan tersebut terjadi di tengah tekanan jual yang cukup besar di pasar saham domestik.

Data perdagangan menunjukkan mayoritas saham mengalami pelemahan pada awal sesi. Ratusan saham tercatat turun, sementara hanya sebagian kecil yang mampu mencatatkan kenaikan harga.

Tekanan jual terlihat cukup merata di berbagai sektor saham, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar yang selama ini menjadi penopang utama pergerakan indeks.

Pelemahan IHSG juga melanjutkan tren koreksi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya, indeks bahkan sempat turun lebih dari 4 persen hingga kembali ke kisaran level 7.500.

Kondisi pasar saham yang melemah ini tidak terlepas dari meningkatnya sentimen global yang memicu kekhawatiran investor. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta kondisi ekonomi global turut mempengaruhi pergerakan pasar keuangan.

Sejumlah analis menilai konflik internasional yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran menjadi salah satu faktor utama yang menekan pasar saham di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Selain sentimen global, aksi ambil untung oleh investor setelah reli pasar sebelumnya juga turut memperbesar tekanan terhadap indeks.

Di sisi lain, pergerakan bursa saham Asia yang juga cenderung melemah ikut memberikan dampak negatif terhadap sentimen pasar domestik.

Beberapa pelaku pasar menilai volatilitas di pasar saham masih akan cukup tinggi dalam waktu dekat, terutama jika ketegangan geopolitik global belum mereda.

Meski demikian, sejumlah analis tetap optimistis bahwa pasar saham Indonesia memiliki fundamental yang cukup kuat sehingga berpotensi kembali stabil setelah tekanan eksternal mulai mereda.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.