Arindha Sukma Bawa Songket Silungkang ke Panggung Nasional Lewat Industri Kreatif Syariah Indonesia 2026

by -
Arindha Sukma Bawa Songket Silungkang ke Panggung Nasional Lewat Industri Kreatif Syariah Indonesia 2026
Arindha Sukma Bawa Songket Silungkang ke Panggung Nasional Lewat Industri Kreatif Syariah Indonesia 2026

SAWAHLUNTO, SEMANGATNEWS.COM — Di tengah geliat industri kreatif yang terus berkembang, nama Arindha Sukma muncul sebagai salah satu representasi anak muda daerah yang berani menembus panggung nasional.

Pelaku UMKM asal Nagari Kubang, Kota Sawahlunto ini, berhasil lolos seleksi administrasi program Industri Kreatif Syariah Indonesia (IKRA) 2026, sebuah inisiatif strategis yang digagas oleh Bank Indonesia untuk memperkuat daya saing pelaku usaha syariah di Tanah Air.

Arindha Sukma tidak datang dengan tangan kosong. Ia membawa warisan budaya khas Sawahlunto: songket Silungkang. Melalui brand yang dirintisnya, mojao.art, ia mengolah kain tradisional tersebut menjadi produk fashion etnik bernuansa modern, sejalan dengan semangat yang diusungnya, “Tradition to Trend”.

IKRA sendiri merupakan platform terintegrasi yang menghubungkan pelaku usaha di sektor modest fashion dan halal food dengan berbagai ekosistem pendukung. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas usaha, memperluas jaringan, hingga membuka peluang penetrasi pasar nasional dan global bagi produk-produk unggulan berbasis syariah.

Seleksi IKRA tahun ini diikuti oleh pelaku UMKM dari berbagai provinsi di Indonesia. Pendaftaran telah berlangsung sejak 27 Februari hingga 5 Maret 2026 melalui laman resmi IKRA. Dari proses tersebut, peserta yang lolos administrasi diumumkan pada 16 April 2026, termasuk Arindha sebagai wakil dari Provinsi Sumatera Barat.

Tahapan selanjutnya adalah penjurian yang akan digelar di Yogyakarta pada 27 hingga 30 April 2026. Di sanalah Arindha akan bersaing dengan pelaku industri kreatif lainnya dari sektor modest fashion dan kuliner halal.

“Semoga semua berjalan lancar tanpa halangan dan bisa lolos sebagai peserta di peringkat terbaik,” ujar Arindha penuh harap.

Bagi Arindha Sukma keikutsertaan dalam IKRA bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga momentum untuk memperkenalkan songket Silungkang ke pasar yang lebih luas. Ia melihat potensi besar pada wastra lokal tersebut untuk bersaing di industri fashion nasional bahkan internasional, asalkan dikemas dengan pendekatan yang relevan dengan tren masa kini.

Sebagai generasi muda, Arindha membawa perspektif baru dalam mengolah tradisi. Ia tidak hanya mempertahankan nilai-nilai budaya, tetapi juga mengadaptasikannya agar tetap hidup di tengah perubahan zaman. Melalui desain yang inovatif, songket Silungkang tampil lebih fleksibel bisa dikenakan dalam berbagai kesempatan, tanpa kehilangan identitasnya.

“Saya sebagai anak muda Sawahlunto merasa bangga dapat menjadi representatif dalam membawa kearifan lokal, khususnya songket Silungkang, ke panggung yang lebih luas,” ungkapnya.

Arindha Sukma berharap langkahnya ini dapat menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM lainnya di daerah. Ia juga menaruh harapan besar pada dukungan berbagai pihak, terutama Pemerintah Kota Sawahlunto, untuk bersama-sama mendorong pengembangan industri kreatif berbasis budaya lokal.

“Keikutsertaan ini bukan hanya kebanggaan mewakili Sumatera Barat, tetapi juga langkah nyata untuk mendorong UMKM lokal agar lebih berdaya saing serta memastikan budaya daerah tetap hidup dan relevan di tingkat nasional,” pungkasnya.

Perjalanan Arindha mungkin baru dimulai, namun langkahnya sudah menunjukkan arah yang jelas: mengangkat tradisi menjadi tren, dan menjadikan budaya lokal sebagai kekuatan di kancah global. (Nova)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.