Jakarta, Semangatnews.com – Proses syuting film internasional yang dibintangi Lisa BLACKPINK di kawasan Kota Tua Jakarta menyita perhatian publik. Kegiatan produksi tersebut diketahui melibatkan adegan berisiko tinggi sehingga memerlukan pengamanan ekstra dan penutupan sejumlah area demi keselamatan bersama.
Pengelola kawasan Kota Tua menyebutkan bahwa adegan tertentu dalam film tersebut dikategorikan berbahaya karena melibatkan aksi dengan tingkat risiko tinggi. Oleh sebab itu, sebagian ruas jalan penunjang di sekitar lokasi syuting harus ditutup sementara selama proses pengambilan gambar berlangsung.
Meski ada penutupan di beberapa titik, kawasan utama Kota Tua tetap dibuka untuk umum. Wisatawan masih diperbolehkan berkunjung dan menikmati area ikonik, sementara area yang digunakan untuk syuting disterilkan secara terbatas agar tidak membahayakan pengunjung.
Penutupan akses ini dilakukan setelah melalui proses perizinan yang ketat dan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk kepolisian dan pemerintah daerah. Langkah tersebut diambil sebagai upaya antisipasi terhadap potensi kecelakaan yang bisa terjadi selama adegan aksi direkam.
Selain berdampak pada aktivitas wisata, syuting film ini juga memengaruhi arus lalu lintas di sekitar Kota Tua. Aparat kepolisian bersama dinas terkait menerapkan rekayasa lalu lintas dan pengalihan jalur guna menjaga kelancaran mobilitas warga.
Produksi film yang dibintangi idol K-Pop ternama ini memang melibatkan skala besar. Tidak hanya di Kota Tua, beberapa lokasi lain di Jakarta dan sekitarnya juga masuk dalam daftar pengambilan gambar, menjadikan kegiatan ini salah satu produksi film internasional terbesar yang berlangsung di Indonesia belakangan ini.
Kehadiran Lisa BLACKPINK di Jakarta disambut antusias oleh para penggemar. Banyak warga dan wisatawan yang sengaja datang ke sekitar lokasi syuting dengan harapan bisa melihat langsung aktivitas sang bintang, meski tetap dibatasi oleh pengamanan ketat.
Di sisi lain, kegiatan syuting turut berdampak pada pelaku usaha kecil di kawasan tersebut. Sejumlah pedagang terpaksa menghentikan aktivitas sementara karena area berjualan mereka masuk dalam zona steril produksi film.
Pemerintah daerah berupaya meminimalkan dampak ekonomi dengan menyiapkan kompensasi bagi pedagang terdampak. Langkah ini diambil agar pelaku usaha kecil tetap mendapatkan perlindungan di tengah kegiatan produksi berskala besar.
Syuting film ini dinilai memberikan nilai positif bagi industri kreatif nasional. Keterlibatan aktor dan aktris internasional serta pemanfaatan lokasi ikonik Indonesia diyakini dapat meningkatkan daya tarik perfilman Tanah Air di mata dunia.
Selain itu, Kota Tua Jakarta berpeluang mendapat sorotan global melalui film tersebut. Eksposur internasional diharapkan mampu mendorong sektor pariwisata dan memperkuat citra kawasan bersejarah ini sebagai destinasi kelas dunia.
Dengan pengamanan yang ketat dan koordinasi lintas instansi, proses syuting film Lisa BLACKPINK di Kota Tua diharapkan dapat berjalan lancar. Meski melibatkan adegan berbahaya, keselamatan publik tetap menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan produksi.(*)
