Jakarta, Semangatnews.com – Arab Saudi meningkatkan kewaspadaan setelah peringatan bahaya udara sempat muncul di Makkah, Jeddah, dan Taif. Alarm tersebut dikeluarkan ketika serangan kelompok Houthi terhadap sejumlah wilayah Saudi meningkat dalam beberapa hari terakhir.
Peringatan di Makkah menjadi perhatian internasional karena kota tersebut merupakan pusat ibadah umat Islam. Selain menjadi lokasi Masjidil Haram, Makkah juga menjadi tujuan utama jutaan umat Muslim dari berbagai negara dalam pelaksanaan ibadah haji dan umrah.
Menurut laporan Reuters, peringatan yang mencakup beberapa wilayah di Arab Saudi tersebut segera dicabut. Otoritas Saudi pada saat itu belum memberikan keterangan apakah terdapat proyektil yang berhasil mencapai wilayah sasaran.
Tidak lama berselang, koalisi pimpinan Saudi mengumumkan bahwa pertahanan udara mereka telah menghancurkan sebuah drone di sebelah selatan Makkah. Drone tersebut disebut berhasil dicegat sebelum masuk ke wilayah udara terlarang kota suci.
Juru bicara koalisi Turki al-Malki mengatakan keamanan Makkah menjadi batas penting bagi Saudi. Ia juga mengaitkan insiden terbaru tersebut dengan serangan sebelumnya pada 2017 yang menggunakan rudal balistik dan mengarah ke kawasan Makkah.
Houthi kemudian membantah bahwa mereka menargetkan Makkah. Kelompok yang berbasis di Yaman tersebut menolak tuduhan Saudi dan menyebut klaim mengenai serangan terhadap kota suci itu sebagai tidak benar.
Di tengah perbedaan pernyataan tersebut, serangan terhadap wilayah Saudi memang meningkat. Houthi dalam beberapa hari terakhir mengumumkan sejumlah operasi terhadap sasaran di Saudi, termasuk serangan terhadap pangkalan udara yang mereka klaim dilakukan sebagai respons terhadap serangan Saudi di Yaman.
Ketegangan juga merambah sektor energi. Infrastruktur minyak Saudi menjadi salah satu sasaran yang terdampak dalam eskalasi terbaru. Serangan terhadap pipa East-West menyebabkan gangguan pada kegiatan pengiriman minyak melalui kawasan Yanbu di Laut Merah.
Gangguan tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap pasokan minyak global. Pipa East-West berperan penting karena memungkinkan Saudi mengalihkan sebagian ekspor minyak tanpa bergantung sepenuhnya pada jalur laut tertentu.
Dampak konflik kemudian terasa di pasar energi internasional. Harga minyak sempat melonjak pada Selasa (15/9) setelah penghentian sementara pengiriman dari Yanbu meningkatkan kekhawatiran mengenai pasokan minyak dunia.
Arab Saudi kini menghadapi situasi keamanan yang semakin kompleks, mulai dari ancaman terhadap kota-kota di wilayah barat hingga risiko terhadap fasilitas energi. Pada saat yang sama, perkembangan konflik di Yaman dan Laut Merah terus menjadi faktor yang diperhatikan karena dapat memengaruhi keamanan regional serta jalur perdagangan internasional.(*)

