YOGYAKARTA, SEMANGATNEWS.COM – Alif Lamra (29 th), Perupa Muda “Urang Awak” asal Payakumbuh, Sumatera Barat yang bermukim dan berkarya di Yogyakata dinobatkan sebagai seniman pendatang baru (emerging artists) paling menjanjikan sekaligus memperoleh penghargaan 16th UOB Mos Promising kategori Artist of the Year Indonesia versi UOB versei UOB (United Overseas Bank) tahun 2026 melalui karyanya berjudul “Liminal Fragment 03”.
Sebagai peserta kompetisi Painting of the Year 2026 (Indonesia) Alif Lamra mengikuti kompetisi dalam kategori emerging artist memperkuat kompetensi established artists (seniman yang sudah mapan) yang di gelar sejak 31 Juli sd 24 September 2026 lalu dan diumumkan dewan juri 24/09/2026 kemarin sebagaimana disampaikan Alif Lamra kepada semangatmews.com, Minggu (27/09/26).

Melalui karya monokromatik “Liminal Fragment 03” Alif Lamra menampilkan fragmen laut, langit, cahaya, dan bayangan yang membentuk lanskap yang terasa akrab, namun sekaligus menyisakan ketidakpastian. Alif mengeksplorasi bagaimana manusia memandang dan memahami ruang di sekitarnya. Lanskap yang terfragmentasi mengajak penikmat seni untuk mengamati lebih dekat apa yang mereka kenali, sekaligus merefleksikan sejauh mana apa yang kita lihat dibentuk oleh persepsi kita sendiri tuturnya.
Kompetisi UOB POY sebagaimana dilansir semangatnews. com dari panitia pelenggara pertama kalinya diselenggarakan di Singapura tahun 1982, kemudian hadir di Indonesia sejak 2011 silam. Saat ini UOB POY merupakan kompetisi seni yang telah berlangsung paling lama di Singapura dan menjadi salah satu kompetisi seni yang paling dikenal di Asia Tenggara.

Dalam kompetisi ini, UOB berkomitmen untuk terus mendukung talenta seni, memperkuat ekosistem seni di kawasan, serta membuka peluang bagi para seniman untuk mendapatkan pengakuan, mengembangkan karya, dan memperluas eksposur di tingkat regional termasuk di Indonesia.
Sementara negara negara lain sebagai penyelenggara di Asia Tenggara, meliputi : Indonesia, diselenggarakan oleh PT Bank UOB Indonesia, Malaysia, diselenggarakan United Overseas Bank (Malaysia) Bhd, Singapura, diselenggarakan United Overseas Bank Limited. Thailand, diselenggarakan oleh United Overseas Bank (Thai) Public Company Limited dan Vietnam, diselenggarakan oleh United Overseas Bank (Vietnam) Limited
Prestasi yang diraih Alif Lamra ini bersama sejumlah perupa muda lainnya dari Indonesia menjadi catatan penting seni rupa tanah air dengan pencapaian gemilang melalui ajang apresiasi perupa bergengsi yang memperkuat perkembangan industri kreatif domestik yang kini menunjukkan trend positif dengan lahirnya karya-karya visual yang memukau.
Pada kompetensi kategori Emerging Artist dewan juri terdiri dari Melati Suryodarmo, Chief Judge sekaligus seniman pertunjukan, Dr Agung Hujatnika, kurator seni independen dan dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Teknologi Bandung ; serta Heri Pemad, pendiri Art Jog, Artina, dan Art Bali menetapkan 4 pemenang dengan predikat gelar Most Promising Artist of the Year disematkan kepada Alif Lamra melalui karya Liminal Fragment 03.
Kemudian disusul Muhammad S Jordhi sebagai Gold Winner lewat melalui karya Ekologi Kesadaran , ketiga diraih Prakadetto Alansa sebagai Silver Winner lewat melalui karya Ketika Manusia Menjadi Data dan Andre Adi Wijaya sebagai Bronze Winner lewat karya The Sacred Beyond Its Center . Keempatnya memperoleh uang tunai yang cukup lumayan besar selain dalam bentuk penghargaan.
Dari dua kategori kompetensi UOB Indonesia baik kategori established artists maupun established artists turut dipamerkan 48 karya finalis, termasuk delapan karya pemenang dalam pameran terbuka untuk umum di The Melting Pot, ASHTA District 8, di Jakarta yang berlangsung sejak 26 Sept sd 10 Oktober 2026 mendatang yang juga sekaligus bagian dari kampanye Oktober Kreasi yang diselenggarakan Kementerian Ekonomi Kreatif.
Bakat Alif Lamra Turunan Ayahnya Ramizal Pelukis dan Guru di SMSR Negeri Padang
Alif Lamra anak kedua dari dua bersaudara dari pasangan Ramizal (ayah) pensiunan guru dan pernah mengajar di SMSR Negeri Padang (sekarang SMKN 4) dan Watri Almi (ibu) sejak kecil memang telah memiliki bakat melukis yang cukup kuat, karena Alif sehari hari kerap melihat sang ayah melukis di sela sela mendidik dan mengajar di almamaternya, SMSR Negeri Padang.
Setamat SMP, dengan keinginannya sendiri Alif memasuki pendidikan di SMSR Negeri Padang jurusan seni lukis tahun hingga menamatkannya tahun 2016. Kemudian melanjutkan pendidikan ke Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta minat seni lukis hingga menyelesaikan pendidikan tahun 2023 lalu.
Ramizal yang telah purna bhakti sejak tahun 2015 sebagai pendidik dan pengajar di dua sekolah yakni SMSR Negeri Padang sejak tahun 1981 kemudian terakhir di mutasi ke SMK N Ampek Angkek Canduang Agam hingga pensiun, saat dihubungi semangatnews.com perihal prestasi putra keduanya Alif Lamra dalam Kompetensi 16th UOB Mos Promising kategori Artist of the Year Indonesia versi UOB versei UOB (United Overseas Bank) tahun 2026 kompetisi Painting of the Year 2026 kategori emerging artists, sangat terharu mendapat khabar tersebut bersama sang isteri. Prestasi ini sekaligus persembahan bersamaan HUT ke 61 SSRI-SMSR-SMKN 4 Padang, jumat kemarin, 25/09/26.
Alif diakui terkenal gigih melukis sejak ia memasuki jurusan seni lukis di SMSR Negeri Padang hingga melanjutkan ke pendidikan tinggi ISI Yogyakarta sampai menyelesaikan pendidikannya di Yogyakarta tahun 2023. Karena kesibukan melukis, kadang Alif lupa makan, sela Watri Almi sang ibu mendampingi Ramizal.
Dalam perjalanan Alif selama ini, ia sering berpameran secara kolektif bersama teman teman seniman lainnya di berabagai tempat. Tahun 2021 silam mengikuti pameran besar Seni Rupa Sumbar di Agam Jua, Payakumbuh, Sumatera Barat,” ujar Ramizal. (mh)

