Alumni SMSR 1988 Serahkan Bantuan 10,5 Juta, Mushalla Nurul Jamal SMKN 4 Padang Masih Terbengkalai

oleh -
Utusan Alumni SMSR Angkatan 88 menyerahkan infak dan bantuan pembangunan mushalla Nurul Jamal SMKN 4 Padang yang diterima Kepala sekolah dilokasi pembangunan, Selasa (2/3/2021)

SEMANGATNEWS.COM – Kepala SMKN 4 (SSRI/SMSR) Padang, Taharuddin, S.Pd, MM mengapresiasi kegigihan para alumni untuk terus membantu pembangunan mushalla “Nurul Jamal” di komplek SMKN 4 Cangkeh, Lubuk Begalung, Padang yang masih terbengkalai tak sudah.

Sudah hampir setahun lalu melalui penggalangan dana yang dihimpun alumni per angkatan. Semoga bantuan demi bantuan yang diterima panitia pembangunan dapat segera dimanfaatkan percepatan pemanfaatan tempat ibadah siswa-siswi, guru-guru dan masyarakat sekitarnya di sekolah kita.

Baca Juga:  Kunci Jawaban Buku Tema 8 Kelas 4 Halaman 96 97 98 99 100, Pembelajaran 4 Subtema 2

Hal itu disampaikan Taharuddin, saat menerima sumbangan alumni SMSR angkatan 1988 yang dihimpun sejak Januari 2021 lalu untuk kelanjutan pembangunan mushalla “Nurul Jamal” senilai Rp. 10.500.000,- (sepuluh juta lima ratus ribu rupiah) yang diserahkan langsung ketua koordinator penghimpunan dana angkatan SMSR 88, Zardi Syahrir, didampingi Hamdani Amser, Rosdiana, Aminah Tanjung, Helni Rusda, Yusniati mewakili Alumni SMSR 88 di areal mushalla, kampus SMKN 4 Padang, Selasa (2/3/21).

Baca Juga:  Aza Khiatun Nisa, Siswa SMA N 3 Padang dan Anggota "Dangaustudio" Dua Kali Mewakili Indonesia Ke Luar Negeri, Juga Lulus SNMPTN di Kampus Bergengsi UGM Yogyakarya

Menurut Taharuddin, pembangunan mushalla “Nurul Jamal” berukuran 18 x 25 meter yang berada bertepatan di sebelah galeri seni “RUAS” dan berhadapan dengan kantor sekolah itu, terus berlanjut sejak akhir desember 2020 lalu hingga kini mengingat kebutuhan yang cukup mendesak untuk segerap dimanfaatkan, apalagi saat ini jumlah peserta semua jurusan dan angkatan serta tenaga pendidik dan kependidikan lebih dari 1000 orang jamaah.

Melalui keterbatasan dana yang ada dari anggaran yang diprediksi akan menelan biaya sebesar Rp 1,2 milyar itu telah menghabiskan dana sebesar Rp. 211.884.000,- dari sumbangan yang masuk hingga minggu kedua Februari 2021 ini sebesar Rp.  225.174.400,-. Untuk mengatasi kekurangan dana pembangunan panitia dan warga sekolah serta para alumni saling bahu membahu untuk terus melanjutkan melalui goro bersama, usai kegiatan proses pembelajaran usai, jelas Taharuddin.