Alumni SSRI/SMSR/SMKN 4 Angkatan 92 Mengunjungi Keluarga dan Makam Nia Kurnia Sari Penghafal 30 Juz Al Qur’an dan Pedagang Gorengan di Kayu Tanam

by -
Alumni SSRI/SMSR/SMKN 4 Angkatan 92 Mengunjungi Keluarga dan Makam Nia Kurnia Sari Penghafal 30 Juz Al Qur’an di Kayu Tanam
Ketua rombongan alumni SSRISMSRSMKN 4 Padang yang juga dosen Seni Rupa UNP Padang, Yasrul Sami, S.Sn, M.Sn saat menemui orang tua almarhumah Nia Kurnia Sari di Kayu Tanam menyatakan duka yang amat mendalam atas meninggalnya pejuang dan pekerja keras Nia di Kayu Tanam

KAYU TANAM, SEMANGATNEWS.COM – Puluhan bahkan ratusan warga dari berbagai komunitas dan daerah mengunjungi kediaman dan makam almarhumah Nia Kurnia Sari di Pasar Surau, Guguak, Kayu Tanam, Padang Pariaman, Sumatera Barat sejak pagi hari hingga sore Minggu (13/10/24) ini, untuk menyampaikan doa menyatakan duka yang mendalam saatas musibah yang menimpa Nia penghafal Al Quran 30 Juz dan pedagang gorengan di Kayu Tanam.

Dari sejumlah rombongan yang datang ke lokasi rumah orang tua dan pemakaman almarhuah Nia Kurnia Sari di Kayu Tanam terdapat diantaranya komunitas alumni SSRI/SMSR/SMKN 4 Padang yang dikomandoi Yasrul Sami. B, seniman yang juga dosen Seni Rupa UNP Padang beserta rombongan yang diterima langsung ibu Almarhumah Ely Marlina, S Rini Mahyuni (kakak Nia) dan keluarga lainnya.

rombongan alumni SSRI/SMSR/SMKN 4 Padang di kediaman rumah orang tua almarhumah Nia Kurnia Sari (kiri) dan kanan kunjungan rombongan ke makam Nia di Kayu Tanam.
rombongan alumni SSRI/SMSR/SMKN 4 Padang di kediaman rumah orang tua almarhumah Nia Kurnia Sari (kiri) dan kanan kunjungan rombongan ke makam Nia di Kayu Tanam.

“Kami menyatakan duka yang amat mendalam dan ikut bersedih atas musibah yang menimpa almarhumag Nia Kurnia Sari gadis cantik yang sangat cerdas dan peduli terhadap keluarga melalui perjuangannya selama ini berjualan gorengan masuk kampung keluar kampung tanpa kenal lelah,” ujar Yasrul Sami kepada keluarga Nia.

Terlebih Nia Kurnia Sari memiliki cita-cita mulia untuk membahagiakan orang tua dan saudara-saudarannya di rumah melalui perjuangan berjualan gprengan, juga berkeinginan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi yang saat ini keinginan serupa itu jarang sekali dimiliki remaja se usia Nia Kurnia,” ujar Yasrul Sami bernada sedih.

Semua kejadi ini dapat kita ambil hikmanya, terutama bagi masyarakat, orang tua, keluarga, aparat di desa dan kenagarian serta semua pihak yang mendiami suatu kaum, kelompok atau masyarakat luas yang berada di wilayahnya, untuk tetap menjalani kerjasama secara bersinergi, bahu membahu dan berkolabirasi demi terjaganya rasa aman, nyaman dan tentram masyarakat yang berada di dalamnya, ujar Yasrul Sami lagi.

Rombongan alumni yang terdiri dari berbagai keahlian kompetensi itu selain bertemu dan berdialog dengan keluarga juga meluangkan waktu untuk menyaksikan dari dekat makam almarhumah Nia Kurnia Sari yang tidak jauh dari kediaman orang tua Nia sambil terus memanjatkan doa agar almarhumah tenang di sisi Allah SWT. (muharyadi).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.