Anak Punk, Pedagang K5, Anak Sekolah Berkeluyuran Jadi Sasaran Satpol PP Payakumbuh

oleh -
IMG-20200114-WA0081

Semangatnews Payakumbuh – Kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Satpol PP Kota Payakumbuh sesuai instruksi Wali Kota Riza Falepi di awal 2020 terus ditingkatkan, bahkan dalam satu hari ini saja, pada Selasa (14/1) ada 4 Peraturan Daerah (Perda) yang ditegakkan.

Hal ini tentu menjadi perhatian penting bagi setiap pihak bagaimana Pemerintah Kota Payakumbuh selalu berusaha untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayahnya, melalui adanya peraturan daerah yang dibuat oleh kepala daerah bersama DPRD.

Pertama penertiban kepada Pedagang Kaki Lima (PKL) yang sering melanggar di beberapa ruas jalan di pusat Payakumbuh, petugas harus menertibkan karena PKL tersebut telah melanggar Perda Nomor 9 Tahun 2010 tentang PKL, yang melarang untuk berjualan di fasilitas umum.

Kedua ada 4 orang anak punk ditertibkan karena melanggar Perda Nomor 5 Tahun 2007 Tentang Ketertiban Umum, mereka meminta sumbangan tanpa izin di jalan, rumah penduduk, dan kedai-kedai. Mereka juga melanggar Perda Nomor 10 Tahun 2015 tentang larangan penyalahgunaan fungsi lem.

“Mereka minta sumbangan di jalan, di kedai, dan rumah warga dengan alasan akan mengadakan kegiatan “Payakumbuh Brother Hood”, setelah kita konfirmasi ke Kantor Kesbangpol, ternyata mereka belum pernah meminta izin dan rekomendasi sedangkan mereka sudah melakukan kegiatan minta sumbangan,” kata Kasatpol PP Devitra.

Diantara masyarakat yang memberi sumbangan mengatakan mereka memberi karena takut saja dengan penampilan mereka, dan khawatir kalau tidak diberi mereka merusak rumah dan yang lainnya.

“Anak-anak punk itu kita bawa ke kantor untuk diproses dan diberikan pembinaan, orang tuanya kita panggil untuk kita beri pemahaman tentang perda di Payakumbuh,” terang Kasatpol PP Devitra.