SEMANGATNEWS JAKARTA-Perjalanan hidup seseorang tak banyak yang tahu. Sebagai makhluk ciptaan Allah, kita hanya bisa berencana…keputusan Allah yang menentukan.
Siapa nyana, siapa sangka, kesuksesan itu berakhir dengan meringkuk di balik jeruji besi . Hakim telah mevonis 15 tahun potong tahanan, denda Rp 500 juta dan dicabut hak politiknya 5 tahun setelah menjalani hukuman pokok. kecuali itu Setnov juga harus mengembalikan sejumlah uang hasil korupsi.
Itulah yang dialami pengusaha sukses SETYA NOVANTO, 3 periode jadi anggota DPR RI dengan jabatan terakhir Ketua DPR RI plus Ketua Umum Golkar.
Putra kelahiran Bandung 12 November 1954 tersandung dengan mega proyek e-ktp yang menyeret sejumlah pejabat termasuk Setnov.
Suami Desti Astriani Tagor,SH ini,riwayat kecilnya cukup memprihatinkan juga. Sebab, SD sudah didera penderitaan, orang tuanya berpisah alias cerai. Tapi kondisi itu pulalah yang mengantarkannya menjadi pengusaha sukses dan politikus handal seperti tertulis dalam biografinya di bawah ini.
Biografi
Ia duduk di kursi wakil rakyat selam tiga periode berturut-turut. Ia juga seorang pengusaha sukses yang mempunyai banyak perusahaan di Batam dan Jakarta. Siapa sangka kesuksesan itu berawal dari garis kemiskinan orang tuanya yang bercerai sejak ia duduk di bangku Sekolah Dasar.
Namanya Setya Novanto. Pria yang akrab disapa Setya ini memulai perjalanan hidupnya sebagai pengusaha kecil-kecilan saat ia duduk di bangku kuliah dan hidup terpisah dengan kedua orang tua serta saudaranya. Setya memulai bisnisnya dengan berjualan beras dan madu di Surabaya. Saat itu, ia berupaya untuk menjaga kelangsungan hidup di kota orang agar bisa terus kuliah dan menjadi orang sukses seperti yang ia citakan. Tak hanya itu, Setya juga bekerja sebagai sales di sebuah dealer penjualan mobil di tengah kesibukan kuliahnya. Kepiawaiannya dalam memasarkan produk membuat pemilik dealer mempercayainya sebagai Kepala Penjualan Mobil di seluruh wilayah Indonesia Timur.
Kembali ke Jakarta, Setya yang telah meraih gelar sarjana muda melanjutkan pendidikannya di Universitas Trisakti. Namun, modal yang ia dapatkan saat bekerja di dealer mobil habis digunakan untuk membayar biaya pendaftaran kuliah. Ia pun memutar otak untuk menjalankan bisnis kembali dengan membuka kios fotokopi di dekat kampus.
Di sinilah bakat bisnis pria kelahiran 12 November 1954 dimulai. Berkat kejujuran, kerja keras serta keuletannya, Setya mulai mengembangkan bisnis yang diawali dengan perkenalannya pada ayah dari salah seorang teman. Ia diminta untuk mengembangkan bisnis SPBU di daerah Cikokol, Tangerang yang kemudian berhasil ia kembangkan dan sukses. Tak berapa lama kemudian, bersama teman-temannya ia mulai mendirikan perusahaan yang bergerak di bidang peternakan. Kesuksesan demi kesuksesan akhirnya ia raih.
Ia tak hanya mengelola perusahaan peternakan, tetapi juga mulai mengembangkan bisnis lain yang berhasil ia dapatkan dari hasil negosiasi. Tak lama berselang ia mulai membangun perusahan yang bergerak di bidang transportasi dan perdagangan. Rupanya kesuksesan demi kesuksesan berhasil ia raih berkat kegigihan dan tekadnya untuk menjadi orang sukses. Sampai kini, banyak perusahaan yang berhasil ia bangun dan kembangkan. Tentunya dengan berbagai jatuh bangun, ia lebih memilih untuk bangun dan memulai kembali.
Berhasil menjadi pengusaha sukses membuat ayah dari empat anak ini ingin mencoba terjun pada dunia lain. Akhirnya dunia politik yang ia pilih. Bermula dengan membuat buku tentang mantan presiden Soeharto saat itu, ia bersama teman-temannya menerbitkan buku berjudul “Manajemen Soeharto”. Namun, buku tersebut dilarang beredar pasca bentrokan Mei 1997.
Merasa tertarik dengan dunia politik, Setya mulai bergabung dengan Organisasi Bahumas Kosgoro dan PPK Kosgoro 1957, menjadi anggota Partai Golkar, aktif di kepengurusan KONI serta organisasi kemasyarakatan lainnya. Kini, Setya tak hanya menjadi pengusaha sukses, karena kiprahnya di dunia politik pun kian teruji ketika ia berturut-turut menjadi anggota DPR-RI selama tiga periode.
Pendidikan
Universitas Trisakti Jakarta, Fakultas Ekonomi, Jurusan Akuntansi Management (1983)
Universitas Widyamandala Surabaya, Fakultas EkonomiJurusan Akuntansi (1979)
SMA Negeri 9, Jakarta (1970-1973)
SMP Negeri 73 Tebet, Jakarta (1967-1970)
SD Negeri 5, Bandung
TK Dewi Sartika, Bandung
Karir
PT. Nagoya Plaza Hotel, Batam-Presiden Komisaris (1987-2004)
PT. Dwisetia Indo Lestari, Batam-Komisaris (1987-2004.
PT. Bukit Granit Mining Mandiri, Batam-Komisaris (1990 -2004)
PT. Orienta Sari Mahkota-Komisaris (1992-2003)
PT. Menara Wenang, Jakarta-Komisaris (1992-2003)
PT. Solusindo Mitra Sejati, Jakarta-Komisaris (1992-1996)
PT. Dwimarunda Makmur, Jakarta-Direktur (1992-2000)
PT. Bogamakmur Arthawijaya, Jakarta-Komisaris (1996-sekarang)
Founder Tee Box Cafe, Jakarta (1996-sekarang)
NOVA GROUP, Jakarta- Presiden Komisaris (1998-2004)
PT. Mulia Intan Lestari, Jakarta-Presiden Direktur (1999-2000)
Anggota DPR-RI dari Partai Golkar (1999-2004, 2004-2009, 2009-2014)
Ketua Fraksi Partai Golkar (2009-sekarang)(Atiqoh Hasan/smngtnews)

