Awas Langgar Prokes; Calon Wali Nagari dan Kepala Desa Bisa Dibatalkan

oleh -

Awas Langgar Prokes; Calon Wali Nagari dan Kepala Desa Bisa Dibatalkan

SEMANGATNEWS.COM-Selama tahun 2021 ini dijadualkan akan ada 225 nagari/desa yang akan menyelenggarakan Pilwana atau Pilkades serentak di Sumatera Barat. Karena dalam masa pandemi, diwanti-wanti jangan sampai pemilihan Wali Nagari dan Kepala Desa ini menciptakan cluster baru Covid-19.Sanksinya tegas bisa didiskualifikasi pencalonannya.

Harapan dan sekaligus minta kewaspadaan ini disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sumbar Drs. H. Syafrizal Ucok, MM. ketika membuka Sosialisasi Permendagri No. 72 tentang Perubahan Kedua atas Permendagri 112/Tahun 2014 tentang Pemilihan Kepala Desa, Rabu (17/2) pagi di Hotel Axana, Padang.

Baca Juga:  Hari Ini Pessel Dinyatakan 15 Orang Terkonfirmasi Positif Corona. Total 1.365

Sosialisasi sehari penuh ini diikuti oleh Kadis PMD dari 14 kabupaten/kota se Sumbar bersama beberapa Kabidnya, Camat, Danramil dan Kapolsek. Nara sumber berasal dari Dirjen Bina Pemerintahan Desa Kemendagri yaitu Ahmad Rizki, ST.MAT sebagai Analis Muda Pilkades dan dari dr. Yanti Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar.

Masih dalam pidato pembukaan sosialisasi, Kadis PMD Sumbar Syafrizal Ucok menegaskan, bahwa Panitia Pilwana/Pilkades wajib menerapkan aturan Protokol Kesehatan dalam setiap tahapan. Jangan sampai terjadi kerumunan massa, dan setiap orang wajib menggunakan masker. Pada area dan titik kumpul pelaksanaan Pilwana maka panitia wajib menyiapkan fasilitas cuci tangan dan jaga jarak sehingga dapat mencegah penyebaran Covid-19.

Baca Juga:  181 ASN Disperdakop UKM dan DPMPTSP Divaksinasi

“Pelanggaran terhadap Protokol Kesehatan sanksinya sangat tegas. Dalam Permendagri No. 72 ini diatur Panitia Pilwana/Pilkades dapat memberikan peringatan tertulis dan melaporkan secara bertingkat hingga ke Bupati/Walikota. Bahkan jika Calon Wali Nagari atau Calon Kepala Desa yang berkali-kali melanggar Protokol Kesehatan dapat didiskualifikasi atau dibatalkan,” kata Syafrizal Ucok memperingatkan.