Jakarta, Semangatnews.com – Untuk pertama kalinya dalam sejarah, bahasa Indonesia akan digaungkan di Sidang Umum UNESCO tahun ini. Langkah monumental ini menandai pengakuan resmi dunia terhadap bahasa nasional sebagai salah satu bahasa yang diakui di forum internasional paling bergengsi di bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan.
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, menyebut momentum ini sebagai tonggak penting dalam perjalanan internasionalisasi bahasa Indonesia. Ia menegaskan, kehadiran bahasa Indonesia di forum UNESCO bukan sekadar simbol, tetapi representasi jati diri bangsa di panggung dunia.
Dalam agenda tersebut, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti dijadwalkan menyampaikan pidato resmi dalam bahasa Indonesia. Hal ini menandai kali pertama perwakilan Indonesia menggunakan bahasa nasional dalam sidang umum badan dunia tersebut.
Langkah tersebut menjadi bukti nyata bahwa bahasa Indonesia tidak lagi hanya digunakan sebagai bahasa komunikasi nasional, tetapi juga telah mendapatkan posisi strategis dalam diplomasi internasional.
Pengakuan ini tidak datang secara tiba-tiba. Pemerintah Indonesia selama beberapa tahun terakhir terus mendorong penguatan bahasa Indonesia di kancah global melalui berbagai kerja sama internasional.
Salah satu upaya penting yang dilakukan adalah memperluas pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing (BIPA) di berbagai negara. Hingga kini, program tersebut telah hadir di 57 negara di seluruh dunia.
Peningkatan minat terhadap bahasa Indonesia juga terlihat dari dukungan lembaga pendidikan luar negeri. Di Mesir, Universitas Al-Azhar Kairo telah membuka Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia dan langsung menarik sekitar 300 mahasiswa baru pada semester pertamanya.
Kehadiran program ini menunjukkan bahwa bahasa Indonesia mulai mendapatkan tempat di lembaga akademik global, bersanding dengan bahasa-bahasa besar dunia seperti Inggris, Arab, dan Mandarin.
Lebih jauh, Badan Bahasa juga memperkuat misi pelindungan, pengembangan, dan pembinaan bahasa serta sastra agar bahasa Indonesia tetap relevan di tengah dinamika globalisasi.
Keikutsertaan bahasa Indonesia di forum UNESCO menjadi simbol dari kemajuan diplomasi budaya Indonesia. Ia memperkuat posisi Indonesia sebagai negara dengan identitas budaya yang kuat dan berpengaruh.
Langkah ini juga membuka peluang baru bagi diplomasi pendidikan, ekonomi, dan kebudayaan yang berakar pada bahasa nasional. Dengan demikian, bahasa Indonesia kini benar-benar melangkah ke panggung dunia dengan penuh percaya diri.
Momentum di UNESCO ini bukan hanya tentang pengakuan formal, tetapi juga pernyataan bahwa bahasa Indonesia telah menjadi bagian penting dari kekayaan bahasa dunia dan alat pemersatu bangsa yang siap mendunia.(*)
