Batik Tulis Maryeni dengan Eksplorasi Motif Ragam Hias Minangkabau Tampil Memukau

oleh -

Semangatnews.com. Baso Agam. Salah satu upaya untuk memperkenalkan kekayaan ragam hias Minangkabau dengan bentuk dan stylenya yang indah dengan mengadopsi keragaman bentuk bersumber dari alam terutama tumbuhan di alam semesta ini kemudian kaya dengan filosfis dan makna yang ada di dalamnya kepada publik yang direfresentasikan dalam bentuk batik tulis bernilai estetis.

Bahkan Sekda provinsi Sumatera Barat, Drs. Alwis, satu diantara banyak pejabat publik yang ada di Sumatera Barat sangat mengagumi motif-motif batik yang berangkat dari ragam hias Minangkabau dalam suatu kesempatan pameran di Taman Budaya Sumatera Barat beberapa waktu, bukan hanya dari aspek batik yang tampil tetapi juga beragam eksplorasi motif-motif ragam hias Minangkabau sebagai kekayaan budaya di daerah ini. Sekda juga mengoleksi batik tulis karya Maryeni ini.

Saat Semangatnews. com berkunjung ke sanggar batik Minang Maryeni, di Baso Agam, baru-baru ini terlihat puluhan batik tulis yang dihasilkan seniman dan pekerja seni batik Maryeni (51 th) dengan mengeksplorasi motif-motif ragam hias Minangkabau. Eksplorasi ragam hias Minangkabau itu bukan hanya memililiki bentuk dan beragam liukannya yang indah, tetapi juga mampu mencuri perhatian setiap orang yang melihat dan mengamatinya.

Menurut Maryeni, alumni SMSR Negeri Padang (SMKN 4 Padang) tahun 1988, kegiatan membatik ini mulai dirintisnya sejak tahun 1991 lalu bersama suaminya Asnul Bahri, juga lulusan SMSR Negeri Padang dan ISI Yogyakarta persisnya di kawasan Gunung Pangilun Padang, bersama rumah makan yang dirintisnya.

Saat ditanya konsepnya mengangkat secara umum motif-motif ragam hias Minangkabau yang kaya dengan keragaman tumbuhan dan nilai-nilai filosafat nyang terkandung di dalamnya menyebutkan, bagi Yen, mengangkat kekayaan motif motif ragam hias Minangkabau dengan seperangkat nilai-nilai yang terkandung di dalamnya adalah suatu.

Sebagai salah seorang insan seni, saya berkewajiban menyebar luaskan informasi tentang ragam hias Minangkabau yang kini minim apresiasi di kalangan masyarakat, apalagi kalangan anak muda di era milenial ini dalam bentuk karya batik tulis yang mengadopsi ragam hias Minangkabau sebagai bagian dari lokal genius yang ada di daerah kita, tutur Maryeni.

Dalam beberapa kali kegiatan pameran penting di Sumatera Barat ternyata batik yang merupakan salah satu kekayaan wirisan dunia versi UNESCO di Indonesia itu bahkan telah ada pula hari batik di tanah air, menyebutkan, sudah saatnya batik apalagi batik tulis menjadi tuan rumah di negeri sendiri kareka kekhasan diperkuat aneka ragam hias sebagai sumber motif-motif yang di tata dengan apik, memakai bahan malam (lilin) dan eksplorasi naptol, indigozol dan lainnya sebagai bahan batik yang digarapnya, ujar Maryeni.

Selama kariernya sebagai pembatik, Maryeni, juga pernah menjadi instruktur batik dalam beberapa kali kesempatan di sejumlah tempat dan lokasi di Sumatera Barat, diantaranya instruktur batik tanah liek yang juga masih mengadopsi ragam hias Minangkabau sebagai motif-motif dengan senantiasa selalu memperhatikan kegunaan dan fungsi motif yang diangkat kepermukaan dengan tetap memperhatikan seperangkat nilai-nilai yang terkandung di dalamnya bernilai estetism ujar Maryeni memberi penjelasan. (SS/FR/YSM/mh).