Belajar Tatap muka di Masa Pandemik Kompetensi Kepala Sekolah Berperan

by -

Belajar Tatap muka di Masa Pandemik
Kompetensi Kepala Sekolah Berperan

Oleh : DR.H.Asfar Tanjung MM

Setahun sudah, sekolah sepi dari kehadiran siswa bersama guru gurunya, Pembelajaran hanya berlangsung secara Daring, tapi mulai Senin 4 Januari 2021 ini , sekolah sejak dari Sekolah Dasar sampai Sekolah Menengah seperti siswa SMP , SMA, dan SMK mulai melakukan aktifitas belajar tatap muka langsung , setelah sebelumnya semuanya belajar di rumah yang dikenal dengan belajar sistem Daring, atau dikenal juga dengn PJJ ( Pembelajaran Jarak Jauh). Semuanya itu terjadi akibat mewabahnya virus Corona , dikenal dengan Covid-19.

Kebijakan belajar di rumah dengan system Daring tersebut, diambil dan di setujui pemerintah dalam hal ini Mendikbud . Banyak terjadi plus minus system belajar Daring tersebut, sekarang ini para siswa termasuk orang tua dari siswa sudah menginginkan belajar tatap muka langsung di sekolah seperti sebelum Pandemik, karena banyak minus dan kelemahannya belajar dirumah, termasuk juga guru juga banyak juga berkeluh kesah agak kesulitan mengajar dari rumah, karena harus membuat materi ajar dengan sistem daring seperti membuat absen, membuat vedeo pemebelajaran, dan materi kuis serta ulangan,semuanya melalui IT ( Tekhnologi Informasi) .

Berbagai kelemahan lain juga ditemukan, baik bagi siswa maupun bagi guru, harus membeli paket data Internet, untuk melaksanakan PBM sistem Daring tersebut, Billa paket data tidak dimiliki, otomatis, tidak bisa melakukan dan mengikuti pembelajaran jarak jauh, makanya berbagai pihak baik itu guru, maupun siswa bersama orang tuanya mengharapkan kembali kesekolah belajar tatap muka seperti biasa sebelum mewabahnya virus corona Covid-19.

Insya Allah, harapan dan keinginan guru dan siswa untuk belajar sistem tatap muka kembali di sekolah , mulai awal tahun 2021, setelah hampir setahun belajar dirumah, akibat mewabahnya Virus Corona covid-19. Kerinduan untuk bertemu kembali sesama siswa dan bersama guru didalam kelas belajar seperti biasa akan dilaksanakan mulai 4 Januari 2021, Insya Allah bisa terujud.

Berbagai persiapan sudah dilakukan, Mendikbud suga sudah memberikan arahan dan regulasi yang cocok untuk belajar kembali di Era Normal masa Covid-19. Beberapa daerah mempersiapkan diri diawali dengan melakukan Swab dan Rapid terhadap seluruh guru-guru, dipastikan guru yang mengajar tatap muka langsung disekolah dengan hasil uji labornegatif, tidak terkena Virus Corona, dengan harapan PBM akan berjalan aman, protokol kesehatan berjalan sebagaimana mestinya.

Untuk pembelajaran tatap muka langsung, sudah ada regulasinya yang pelaksanaan diserahkan langsung diatur dan disepakati oleh pemerintah daerah masing masing, dan ketentuan lainnya nanti di bicarakan disekolah, oleh kepala sekolah bersama guru, termasuk orang tua siswa diminta persetujuannya bahwa orang tua menyatakan juga siap untuk membantu proses belajar tatap muka bisa berjalan baik,

Berbagai sekolah sudah mulai mengatur jam pelajaran disaat pandemik, yang biasanya satu jam pembelajaran 45 menit, dijadikan 30 menit, kemudian siswa yang datang kesekolah ada pakai sistem ganjil genap sesui urutan absensi setiap kelas, Kemudian ada juga sekolah yang pakai dua sistem belajar tersebut, yakni sistem Daring dan Luring, demi kesuksesan PBM di masa era Normal, masa Pandemik.

Melihat begitu besarnya keinginan siswa untuk belajar langsung tatap muka di sekolah disaat Pandemik ini, peran Kompetensi Kepala sekolah sangat diharapkan sangat bisa berjalan dan terlaksana dengan baik. Kompetensi kepala sekolah yang tertuang dalam Permendiknas tahun 2007 ada 5 kompetensi kepala sekolah yang harus dilaksanakan untuk memajukan dan meningkatkan mutu dan kelayakamn sekolah, yakni kompetensi Kompetensi Kepribadian, Kompetensi Manajerial, Kompetensi Kewirausahaan, Kompetesi Supervisi, dan kompetensi Sosial.

Setiap pribadi kepala sekolah harus bisa melaksanakan tugas, atau memimpin dengan baik, mengatur sistem pembelajaran disat Era Normal masa pandemik, apalagi PBM tatap muka langsung sudah setahun atau dua semester tidak terlaksana, makanya dengan pola kepemimpinan kepala sekolah yang hebat bisa melaksanakan PBM dengan baik, lakukan monitoring, pemantauan dalam bentuk supervisi baik dalam kelas maupun diluar kelas, sejauh mana guru bisa mengaplikasikan sistem metode PBM dalam masa Pandemik Covis-19 ini , apalagi kalau sekolah memberlakukan sistem Daring dan sistem Luring dalam PBM. Ini malah memerlukan perhatian serius dari kepala sekolah sebagai manajer di sekalah yang dipimpinnya.

Untuk suksesnya pelaksanaan PBM di Era Normal ini, minimal ada 5 strategi yang harus dijalankan, pertama mendayagunakan warga sekolah secara keseluruhan agar PBM di Era Normal masa Covid bisa berjalan baik, kedua kepala sekolah harus betul betul menjadi teladan baik dalam sikap maupun aktifitas dalam memimpin, misalnya dalam mematuhi aturan protokol kesehatan menjaga imun tubuh supaya tidak terkena serangan virus Covid-19, ketiga kepala sekolah harus secara kontiniu melakukan monitring dan supervisi terhadap pelaksanaan PBM.
Ke empat kepala sekolah harus bisa mencari dan mengembangkan ide ide kreatif dan menerima saran perbaikan terhadap PBM dari warga sekolah , agar PBM bisa menghasilkan lulusan denga nilai yang terbaik, dan ke lima kepala sekolah harus mengkomunikasikan dengan berbagai pihak dan sekaligus kerjasama dengan berbagai pihak terkait pendidikan, sehingga usaha pengembangan mutu sekolah bisa berjalan baik, sesuai dengan standarisasi nilai kelayakan yang ada dalam penilaian Akreditasi yang tertuang dalam instrumen Badan Akreditasi Nasional, Sekolah Madrasah ( BAN -SM).

Demikianlah berbagai saran dan catatan penting yang semestinya dilakukan kepala sekolah bersama warga sekolah, untuk mensukeskan PBM tatap muka langsung, di masa Pandemik, kita harus punya tekad bahwa pendidikan harus tetap jalan walaupun di masa pandemik, makanya kiat dan strategi berbagai cara untuk menumbuhkan semangat belajar harus diupayakan dengan secara besama sama dibawah kepemimpinan masing- masing kepala sekolah Sekian . ( Penulis adalah anggota Pengurus Badan Akreditasi Nasional sekolah Madrasah (BAN SM) Propinsi Sumbar/dan Pemerhati Pendidikan).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.