SEMANGATNEWS.COM – Benny Wenda Tak Akui Kemerdekaan Indonesia. Dia mengajak rakyat Papua tidak ikut merayakannya.
Ketua United Liberation Movement for West Papua (ULMWP), Benny Wenda mengajak rakyat Papua untuk tidak ikut merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-76 yang jatuh pada Selasa (17/8/2021).
Pria yang mengeklaim diri sebagai presiden sementara di Papua Barat tersebut mengatakan, seruannya tersebut berlaku bagi semua orang Papua, dimanapun mereka berada.
“Saya mengajak kepada seluruh rakyat Papua, dimanapun berada, jangan ikut merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus,” katanya dikutip dari Asia Pasific Report, Rabu (18/8/2021).
Dia mengatakan, Hari Kemerdekaan rakyatnya jatuh pada tanggal 1 Desember 1961. Tanggal tersebut diperingati sebagai sebuah kemerdekaan dan kedaulatan yang direbut oleh militer Indonesia.
“Kami punya konstitusi, pemerintahan sendiri. Presiden sementara saya sendiri,” katanya.
Bahkan Benny menuding banyak tentara Indonesia yang memaksa warga Papua Barat untuk mengibarkan bendera Indonesia.
“Indonesia harus hormati hak kami, banyak rakyat saya yang terbunuh, kalian tidak bisa memaksa warga kami untuk mengibarkan bendera (merah putih) anda,” ucapnya.
Selain itu, dia juga meminta Pemerintah Indonesia untuk meluruskan kembali sejarah dan membebaskan semua tahanan politik asal tanah Papua.
“Bebaskan (Juru Bicara KNPB) Victor Yeimo dan anggota pemerintahan sementara ULMWP, Frans Wasini. Kondisi mereka saat ini mengkhawatirkan karena diperlakukan tidak adil. Mereka bisa saja mati di penjara jika tidak ada tindakan yang diambil,” tuturnya. (*)
