Bertahan di 6.500 Jadi Sinyal Penting, Enam Saham Ini Berpotensi Jadi Pilihan Trading

by

Jakarta, Semangatnews.com – Pergerakan IHSG kembali menjadi perhatian investor pada perdagangan Rabu (26/8/2026). Setelah mengalami koreksi pada sesi sebelumnya, indeks masih dinilai mempunyai peluang untuk berbalik arah apabila mampu mempertahankan area support utama.

IHSG sebelumnya ditutup melemah 0,37 persen ke posisi 6.501,67. Penutupan tersebut menempatkan indeks tepat di sekitar level 6.500 yang dinilai menjadi area penting untuk menentukan arah pergerakan selanjutnya.

Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman menilai terdapat peluang bagi IHSG untuk melakukan rebound. Optimisme tersebut muncul karena indeks masih mampu bertahan di area support kuat 6.500.

Dalam risetnya, Fanny menyebut rentang 6.400-6.500 sebagai area support IHSG. Di sisi lain, indeks berpotensi menghadapi hambatan apabila bergerak menuju resistance 6.550-6.600.

Kondisi pasar tetap perlu dicermati karena tekanan dari transaksi investor asing masih terlihat. Pada perdagangan Senin (24/8/2026), investor asing tercatat melakukan net sell sebesar Rp556 miliar.

Lima saham yang menjadi sasaran penjualan asing pada perdagangan tersebut antara lain BBRI, ISAT, DSSA, BBNI, dan AMMN. Pergerakan dana asing menjadi salah satu sentimen yang dapat memengaruhi volatilitas IHSG dalam perdagangan berikutnya.

Di tengah kondisi tersebut, BNI Sekuritas menempatkan enam saham sebagai pilihan yang dapat diperhatikan investor. Daftar tersebut terdiri atas INDY, PADA, ADMR, BKSL, PGEO, dan BWPT.

INDY menjadi salah satu saham yang memperoleh rekomendasi speculative buy. Investor dapat memperhatikan area Rp2.680-Rp2.720, dengan target dekat Rp2.760-Rp2.810 serta batas cut loss di bawah Rp2.680.

PADA juga mendapatkan rekomendasi speculative buy. Area beli yang disarankan berada di Rp226-Rp230, sedangkan target dekat berada pada Rp236-Rp242 dan cut loss ditetapkan di bawah Rp226.

Untuk ADMR, rekomendasi speculative buy diberikan pada area Rp1.675-Rp1.680. Target dekat berada di Rp1.700-Rp1.740 dengan batas cut loss di bawah Rp1.665. BKSL mendapat rekomendasi buy on weakness pada Rp74-Rp76 dengan target Rp78-Rp82 dan cut loss di bawah Rp72.

PGEO menjadi saham berikutnya yang menarik perhatian dengan strategi buy if break. Saham tersebut perlu melewati level Rp1.070 untuk membuka peluang menuju Rp1.100-Rp1.120, sedangkan batas cut loss berada di bawah Rp1.050. BWPT direkomendasikan speculative buy pada Rp106-Rp107 dengan target Rp109-Rp111 dan cut loss di bawah Rp104.

Namun, peluang rebound tidak berarti IHSG terbebas dari tekanan. Pada sesi pertama perdagangan Rabu, indeks justru turun tipis 0,07 persen ke 6.496,89. Kondisi ini menunjukkan investor masih perlu memperhatikan perkembangan volume transaksi, pergerakan sektor, serta kemampuan IHSG mempertahankan area support sebelum mengambil keputusan investasi.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.