Jakarta, Semangatnews.com – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,4 mengguncang wilayah laut di barat laut Kepulauan Tanimbar, Maluku, pada malam hari. BMKG menyebut bahwa gempa tersebut tergolong jenis gempa menengah yang dipicu oleh deformasi batuan dalam slab lempeng Banda.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam slab Lempeng Banda,” ujar Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono.
Episenter gempa terletak pada koordinat 6,92° LS dan 130,08° BT, atau sekitar 179 km barat laut Tanimbar dengan kedalaman hiposenter mencapai 168 km.
BMKG sebelumnya sempat mencatat besaran gempa lebih besar yaitu M 6,8, namun kemudian memperbarui parameter menjadi M 6,4 setelah analisis lebih lanjut.
Getaran gempa dirasakan di beberapa wilayah di antaranya Saumlaki dengan intensitas IV MMI, kawasan Tual, Tepa dan Sorong dengan intensitas III MMI, serta Fak‑Fak dan Dobo dengan intensitas II‑III MMI.
BMKG memastikan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami, berdasarkan hasil pemodelan yang menunjukkan mekanisme dan karakteristik gempa yang berada jauh di dalam slab.
Meskipun gempa tersebut tidak menimbulkan potensi tsunami, BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap kondisi bangunan yang mungkin mengalami keretakan atau melemah akibat gempa.
Kondisi geologi di Kepulauan Tanimbar memang tergolong kompleks, karena wilayah tersebut berada pada jalur lempeng dan sesar yang aktif. Gempa‑gempa dengan kedalaman menengah sering terjadi dan penanganannya memerlukan pemahaman teknis yang matang.
Para pengamat geologi menyoroti bahwa gempa jenis ini memiliki karakter yang berbeda dengan gempa dangkal. Meski kedalamannya besar, dampak getaran bisa terasa cukup luas terutama jika berada di wilayah populasi atau jalur migrasi gelombang.
Bagi masyarakat lokal, kejadian ini menjadi pengingat penting bahwa potensi gempa tetap nyata, dan kesiapsiagaan bukan hanya soal menghindari tsunami tetapi juga memeriksa kekuatan struktur bangunan dan kesiapan warga dalam menghadapi guncangan.
Terakhir, BMKG menyampaikan bahwa hingga pukul 22.15 WIB belum terdeteksi aktivitas gempa susulan yang signifikan, namun masyarakat tetap diminta memantau informasi resmi dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggung‑jawabkan.(*)
