Jakarta, Semangatnews.com – Dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda 2025, sekolah unggulan SMA Kemala Taruna Bhayangkara bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia, Yayasan Kemala Bhayangkari (YKB) dan Yayasan Pendidikan Kader Bangsa Indonesia (YPKBI) meluncurkan program sosialisasi penerimaan murid baru tahun ajaran 2026/2027.
Wakil Kepala Polri Komjen Dedi Prasetyo menyampaikan bahwa spirit Sumpah Pemuda — bersatu, berjuang, dan berkontribusi bagi negeri — menjadi pijakan dalam pembentukan siswa sekolah ini. Ia menekankan bahwa pendaftaran terbuka bagi seluruh pemuda Indonesia yang siap menyiapkan diri untuk menjadi kader unggul bangsa.
Sekolah tersebut, yang menerapkan kurikulum International Baccalaureate (IB) dalam sistem asramanya, mulai membuka pendaftaran secara online sejak tanggal 28 Oktober hingga akhir November 2025. Seleksi diketahui akan berlangsung dalam beberapa tahapan yang terukur dan transparan serta diselaraskan dengan kalender akademik SMP agar tidak mengganggu proses belajar siswa.
Tahap pertama seleksi mencakup pendaftaran online dan administrasi, dilanjutkan dengan tes potensi akademik dan pengumuman hasil administrasi. Tahap berikutnya meliputi seleksi daerah dan nasional, kemudian seleksi pusat di Akademi Kepolisian Semarang. Hal ini menunjukkan bahwa sekolah tidak hanya fokus lokal namun juga nasional bahkan internasional.
Dirgayuza Setiawan, Chairman sekaligus Co‑founder YPKBI, mengungkap bahwa SMA Kemala Taruna Bhayangkara dibangun sebagai bagian dari visi Presiden dalam mempersiapkan sumber daya manusia unggul. Sekolah ini bukan sekadar institusi pendidikan, namun wadah pembentukan calon pemimpin masa depan.
Dalam kesempatan itu disebut bahwa sekolah mengangkat nilai “kebhayangkaraan” sebagai ciri khas: yakni karakter disiplin, patriotisme, integritas dan daya saing global. Nilai‑nilai ini menjadi pembeda dibanding penyelanggaraan sekolah umum.
Pihak panitia menyebut bahwa siswa yang diterima akan memperoleh beasiswa penuh tanpa memandang kemampuan ekonomi. Seleksi berdasarkan prestasi dan potensi, bukan finansial, sehingga akses bagi generasi muda berprestasi dari berbagai daerah dimungkinkan.
Sosialisasi pada hari itu juga menampilkan gambaran sarana dan prasarana sekolah: asrama modern, fasilitas olahraga dan kepemimpinan, ruang kelas berstandar internasional serta lingkungan yang mendukung pembinaan karakter. Para calon peserta dan orang tua hadir untuk mengetahui mekanisme, persyaratan dan manfaat sekolah ini.
Momen sosialisasi yang dibarengkan dengan Hari Sumpah Pemuda juga bermakna simbolik: bahwa generasi muda harus mulai menyiapkan diri sejak sekarang untuk mengisi bonus demografi dan menjadi bagian dari Indonesia Emas 2045. Wacana ini ditekankan oleh Polri sebagai institusi negara.
Dengan dibukanya pendaftaran dan sosialisasi ini, diharapkan semakin banyak pelajar dari seluruh Indonesia yang tertarik dan siap bersaing. Kesempatan ini menjadi panggilan bagi para pemuda untuk tidak hanya menunggu kesempatan, tetapi aktif mempersiapkan diri demi masa depan bangsa.(*)
