Bukan Sosok Baru di Kepolisian, Ini Rekam Jejak AKBP Netty Rosdiana Sebelum Mundur dari Polri

by

Jakarta, Semangatnews.com – Nama AKBP Dr. Netty Rosdiana Siagian menjadi sorotan setelah dirinya mengumumkan keputusan untuk mengundurkan diri dari institusi Polri. Sosok Polwan yang memiliki pengalaman panjang di lingkungan kepolisian tersebut menarik perhatian publik setelah menyampaikan alasan pengunduran diri yang berkaitan dengan prinsip, harga diri, dan hati nurani.

Netty mengumumkan keputusannya melalui akun Instagram pribadi @netty_diana pada Sabtu (31/10/2026). Dalam pernyataannya, ia menyampaikan bahwa permohonan pengunduran diri telah melalui pertimbangan matang dan dilakukan atas kesadaran serta kemauan sendiri.

Berdasarkan surat yang dibagikan, Netty mengajukan pengakhiran masa dinas sebagai anggota Polri terhitung sejak 1 September 2026. Ia juga menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan akibat paksaan maupun tekanan dari pihak lain, melainkan berdasarkan pertimbangan pribadi mengenai perjalanan pengabdiannya.

Sebelum kabar pengunduran dirinya mencuat, Netty diketahui menjabat sebagai Kepala Bagian Perencanaan dan Administrasi Direktorat Reserse Kriminal Umum (Kabagrenmin Ditreskrimum) Polda Metro Jaya. Posisi tersebut menjadi salah satu bagian dari perjalanan panjang kariernya di institusi kepolisian.

Netty juga pernah dipercaya memimpin Polsek Menteng dan Polsek Sunda Kelapa. Pada 2018, ia tercatat menjabat sebagai Kapolsek Sunda Kelapa dengan pangkat Komisaris Polisi. Pengalaman tersebut memperlihatkan keterlibatannya dalam berbagai penugasan kepolisian, baik di bidang operasional maupun administrasi.

Selain bertugas di lingkungan kewilayahan, Netty memiliki pengalaman dalam bidang lalu lintas. Ia pernah menjadi Kanit Brigadir Motor Ditlantas Polda Metro Jaya dan terlibat dalam pembentukan komunitas motor Polwan bernama The Road Force Blue pada 2005.

Komunitas tersebut memiliki anggota sekitar 25 hingga 30 Polwan dan dikenal sebagai salah satu kelompok pengawal kenegaraan perempuan. Pada 2009, The Road Force Blue disebut meraih rekor MURI dan rekor dunia sebagai pasukan wanita pengawal kenegaraan pertama di dunia. Komunitas itu juga pernah mendapatkan kepercayaan untuk mengawal sejumlah tokoh penting, termasuk Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton dan jenazah Ainun Habibie.

Tidak hanya memiliki pengalaman kedinasan, Netty juga mempunyai latar belakang pendidikan yang cukup kuat. Ia diketahui menyandang gelar Doktor Ilmu Hukum dengan predikat cumlaude. Riwayat pendidikannya mencakup gelar Sarjana Hukum dari Universitas Sriwijaya serta pendidikan lanjutan di bidang manajemen dan hukum.

Dalam perjalanan kariernya, Netty juga pernah memperoleh penghargaan Indonesia Women Excellence Award 2021 dari Indonesia Award Magazine. Penghargaan tersebut menjadi salah satu catatan prestasi yang melekat pada perjalanan profesionalnya di luar berbagai penugasan kepolisian.

Setelah menyampaikan keputusan mundur, Netty mengungkapkan keinginannya untuk melanjutkan pengabdian melalui dunia pendidikan dan kegiatan sosial. Ia menilai kontribusi kepada masyarakat tidak harus selalu dilakukan melalui institusi kepolisian, tetapi juga dapat diwujudkan dengan mengajar di perguruan tinggi dan terlibat dalam kegiatan kemasyarakatan.

Keputusan meninggalkan Polri sekaligus membuka babak baru dalam perjalanan hidup Netty. Dengan pengalaman kedinasan, latar belakang akademik, dan rekam jejak pengabdian yang dimiliki, ia berencana memanfaatkan kesempatan berikutnya untuk berkontribusi melalui bidang yang berbeda dari pekerjaan sebelumnya.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.