Basuki Hadimuljono Ajak Warga Jadikan Menanam Pohon sebagai Gaya Hidup, Bukan Sekadar Seremoni

by

Jakarta, Semangatnews.com – Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Basuki Hadimuljono mengajak masyarakat menjadikan kegiatan menanam pohon sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari. Ajakan tersebut disampaikan di tengah upaya pemulihan kawasan hutan yang terdampak kebakaran di Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto, Kalimantan Timur.

Pesan tersebut disampaikan Basuki saat menghadiri kegiatan penanaman 1.000 bibit pohon bersama komunitas Borneo Kind pada Sabtu (31/10/2026). Aksi penghijauan yang menjadi bagian dari gerakan Save Our Forest itu dipusatkan di Kilometer 47 Jalan Poros Samarinda-Balikpapan, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Dalam kesempatan tersebut, Basuki menegaskan bahwa kegiatan menanam pohon harus dilakukan secara berkelanjutan dan tidak hanya menjadi aktivitas simbolis dalam sebuah acara. Menurutnya, kesadaran menjaga lingkungan perlu dibangun melalui kebiasaan nyata yang dilakukan secara konsisten oleh seluruh lapisan masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa OIKN telah menjalankan kegiatan penanaman pohon secara rutin setiap dua minggu sekali. Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen pembangunan Ibu Kota Nusantara yang mengusung konsep forest city, yaitu pembangunan kota yang mengedepankan keseimbangan antara lingkungan perkotaan dan kelestarian alam.

Basuki juga mengapresiasi inisiatif Borneo Kind yang mengajak masyarakat terlibat langsung dalam pemulihan hutan. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah dan komunitas menjadi kebutuhan penting karena upaya menjaga kawasan hutan tidak mungkin hanya mengandalkan kemampuan satu lembaga.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat dapat memperkuat gerakan pelestarian lingkungan sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama terhadap alam. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan menginspirasi komunitas lain di Kalimantan Timur untuk mengambil peran dalam menjaga hutan.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 1.000 bibit pohon ditanam di lahan bekas kebakaran Tahura Bukit Soeharto. Jenis tanaman yang dipilih mencakup balangeran, bangkirai, tengkawang, kapur, gaharu, nyamplung, meranti, serta durian sebagai tanaman multiguna yang diharapkan memberikan manfaat ekologis dan ekonomi.

Ketua Borneo Kind Wawan Irawan mengatakan gerakan Save Our Forest berangkat dari kepedulian terhadap dampak kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan. Salah satu dampak yang dirasakan langsung masyarakat adalah kabut asap yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari serta menimbulkan persoalan lingkungan.

Wawan menjelaskan bahwa Borneo Kind awalnya merupakan komunitas kreator konten. Namun, komunitas tersebut kemudian berkembang dengan membuka kesempatan kepada masyarakat luas untuk terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan lingkungan, termasuk aksi pemulihan kawasan hutan yang terbakar.

Ia menegaskan bahwa penanaman 1.000 bibit pohon tersebut merupakan volume pertama dari rangkaian kegiatan Save Our Forest. Borneo Kind berencana melanjutkan gerakan tersebut melalui kegiatan berikutnya agar upaya penghijauan tidak berhenti pada satu momentum, melainkan menjadi gerakan yang terus berkembang.

Wawan berharap kawasan Tahura Bukit Soeharto dapat kembali memiliki tutupan vegetasi yang baik sehingga berbagai jenis flora dan fauna dapat hidup di habitat alaminya. Ia juga menginginkan semakin banyak pihak yang menyadari pentingnya menjaga kawasan konservasi dari ancaman kerusakan lingkungan.

Gerakan penanaman pohon ini menjadi pengingat bahwa pemulihan lingkungan membutuhkan keterlibatan semua pihak. Selain menanam bibit, masyarakat juga perlu memastikan tanaman dapat tumbuh melalui perawatan berkelanjutan serta ikut mencegah aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan. Dengan demikian, cita-cita mewujudkan Kalimantan Timur yang hijau dapat didukung melalui tindakan nyata.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.