Semangatnews, Mentawai – Untuk memajukan ekonomi masyarakat Kepulauan Mentawai, pemerintah daerah mengadakan pengembangan ternak sapi dan kambing. Upaya ini bagian dari pengembangan pemanfaatkan sumber daya alam Mentawai yang banyak memiliki lahan kosong.
Hal ini diungkap Bupati Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet disela-sela kesibukan hari ini di Tua Pejat, Kamis (31/1/2019)
Yudas menyampaikan, kebiasaan masyarakat Mentawai yang hanya sering keladang, kehutan, kita dorong untuk mulai memanfaatkan lahan-lahan kosong dengan usaha peternakan yang lebih ekonomis dan memikili pasar yang jelas.
Dengan program pengembangan sapi dan kambing yang juga memiliki potensi daging dan susu, tentunya juga akan menambah usaha masyarakat Mentawai untuk beraktifitas lebih banyak.
Dan diharapkan ekonomi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah Mentawai juga akan terdorong maju. Kita tahu kebutuhan akan daging bagi masyarakat Sumatera Barat amatlah tinggi, terutama untuk kebutuhan rendang padang yang semakin populer dan disenangi banyak negara.
Mentawai bercita-cita suatu saat nanti menjadi pemasok daging sapi dan kambing bagi Sumatera Barat, tekadnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Kepulauan Mentawai Novriadi,Sp Juga menyampaikan, tahun 2019 ini Dinas Pertanian dan Peternakan dan Perkebunan Kabupaten kepulalaun Mentawai mengadakan pengembangan ternak sapi dan kambing di beberapa lokasi.Untuk ternak sapi akan dikembangkan 20 ekor dengan pola Ranch ( padang pengembalaan).Sapi yang akan dikembangkan tersebut bibitnya didatangkan dari Padang Mengatas kabupaten 50 kota.
Selain ternak sapi, di desa Saibi kecamatan Siberut Selatan juga akan dikembangkan ternak kambing 10 ekor dengan pola yang sama. Saatnini sedang dalam proses pengadaan.Untuk kondisi lapanhan dijelaskan Nov, padang pengembangan dan kandang sudah disiapkan oleh kelompok tani.
Dalam upaya pengembangan ternak di Mentawai Dinas Pertanian,Peterakan dan Perkebunan telah mempersiapkan tenaga kesehatan hewan.Saat ini Dinas memiliki 1orang Dokter Hewan PNS dan 5 orang Dokter hewan tenaga kontrak dengan masa kontrak satu tahun- satu tahun. Sedangkan Dokter hewan yang PNS itu stand bye di Dinas.
Lebih jauh Nov mengatakan, untuk infrastruktur saat ini tengah dilaksanakan pekerjaan lanjutan saluran irigasi di desa Sidomakmur dan Goisoinan. Disamping itu juga pembangunan embung dua unit di desa Malancan kecamatan Siberut Utara dan desa Matobe kecamatan sikakap.
Selain itu juga dibangun Balai Penyuluh Pertanian di kecamatan Siberut tengah. Dan juga bangunannjalan pertanian di empat lokasi di beberapa lokasi diantaranya desa Goisoinan,desa Bereulou, desa Makalo di Pagai Selatan dan desa Saumanganyak di Pagai Utara.
Sedangkan untuk pengembangan tanaman dan holtikultura yang dana bersumber dari APBN saat ini adalah pengembangan padi gogo seluas 400 Ha yang tersebar di seluruh kepulauan Mentawai. Untuk pengembangan padi Inbrida ( padi sawah) seluas 150 Ha, jagung 1.000 Ha serta program tumpang sari padi gogo dan jagung 100 Ha juga tersebar diseluruh wilayah kepulauan Mentawai.
Pada kesempatan ini Novriadi selaku Kepala Dinas berharap kepada para petani untuk dapat memanfaatkan peluang bantuan dari APBN dalam rangka pengembangan padi gogo,jagung serta padi Inbrida untuk meningkatkan produksi dan penghasilan petani di Mentawai.
Sementara kepada para penyuluh di lapangan Nov meminta untuk meningkatkan pendampingan pada petani agar tercapai sasaran dan program yang sudah direncanakan. (Dani)

