Bursa Indonesia Bergetar! IHSG Sempat Anjlok Pagi Hari, Saham Keuangan Jadi Beban

by

Jakarta, Semangatnews.com – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali dibuka dengan tekanan pada Selasa (15/9/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat merosot sekitar 0,72 persen pada awal perdagangan dan berada di level 6.487,88.

IHSG sebenarnya dibuka pada level 6.544,77 dan sempat mencapai posisi tertinggi 6.549,60. Namun, tekanan jual kemudian membawa indeks turun hingga menyentuh level 6.482,37 pada perdagangan pagi.

Pergerakan tersebut menunjukkan investor masih menghadapi ketidakpastian yang cukup tinggi. Pada perdagangan sebelumnya, IHSG juga telah ditutup melemah 0,10 persen ke level 6.534,69.

Salah satu faktor yang membuat pasar berhati-hati adalah perkembangan situasi geopolitik global. Ketegangan di kawasan Timur Tengah sebelumnya telah memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi dan mendorong perhatian investor terhadap pergerakan harga minyak.

Harga minyak yang tinggi dapat menjadi sentimen negatif bagi pasar saham karena berpotensi meningkatkan biaya energi serta memicu tekanan inflasi. Jika inflasi kembali meningkat, ruang pelonggaran kebijakan moneter global juga dapat menjadi lebih terbatas.

Dari sisi sektoral, tekanan paling besar pada awal perdagangan datang dari sektor keuangan. Indeks sektor tersebut turun sekitar 1,08 persen dan menjadi salah satu faktor yang menekan pergerakan IHSG.

Sektor industri dasar juga melemah sekitar 0,63 persen, sedangkan sektor energi terkoreksi 0,63 persen. Pelemahan turut terjadi pada sektor transportasi, industri, kesehatan, infrastruktur, teknologi dan properti.

Di tengah tekanan tersebut, tidak seluruh sektor bergerak negatif. Sektor konsumer non-siklikal masih mampu mencatatkan penguatan sekitar 0,12 persen sehingga menjadi salah satu sektor yang bertahan ketika mayoritas saham mengalami tekanan.

Investor domestik juga mencermati perkembangan kebijakan ekonomi setelah pergantian Menteri Keuangan. Suahasil Nazara kini memimpin Kementerian Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa, dengan pasar menunggu arah kebijakan fiskal yang akan ditempuh pemerintah ke depan.

Selain kebijakan fiskal, perhatian pasar juga tertuju pada The Fed. Pelaku pasar masih memperhitungkan arah suku bunga Amerika Serikat karena kebijakan tersebut dapat memengaruhi pergerakan dolar, arus dana asing, serta pasar saham negara berkembang.

Dengan kondisi pasar yang masih sensitif terhadap berbagai sentimen, investor diperkirakan akan lebih berhati-hati dalam menentukan strategi. Pergerakan IHSG hingga akhir perdagangan akan menjadi penentu apakah tekanan pagi hari berlanjut atau justru mampu berbalik menguat.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.