Jakarta, Semangatnews.com – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia kembali berlangsung dalam tekanan pada Jumat (25/9/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat dibuka positif justru berbalik melemah dan turun tajam menjelang berakhirnya perdagangan.
IHSG sebenarnya mengawali perdagangan dengan cukup positif. Indeks dibuka di sekitar level 6.315,53 atau naik 0,27 persen dibandingkan posisi penutupan sebelumnya.
Namun, penguatan tersebut tidak bertahan lama. Tekanan jual kemudian membawa IHSG masuk ke zona merah dan pada penutupan sesi I indeks sudah terkoreksi 0,55 persen ke level 6.263,73.
Memasuki sesi II, pelemahan semakin dalam. IHSG bahkan sempat merosot lebih dari 1 persen sehingga pergerakannya menjadi perhatian pelaku pasar menjelang penutupan perdagangan.
Penurunan tersebut terjadi setelah IHSG juga terkoreksi cukup tajam sehari sebelumnya. Pada Kamis, indeks ditutup turun 1,20 persen atau 76,30 poin ke level 6.298,60.
Tekanan terhadap pasar saham tercermin dari dominasi saham yang bergerak turun. Pada sesi I Jumat, sebanyak 540 saham melemah, sementara hanya 148 saham yang tercatat menguat.
Investor juga menghadapi sentimen eksternal yang cukup beragam. Bursa Amerika Serikat ditutup bervariasi, sedangkan sejumlah bursa Asia seperti Shanghai Composite dan Hang Seng tercatat mengalami pelemahan pada perdagangan terakhir.
Perhatian pasar turut tertuju pada perkembangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Ketegangan tersebut ikut mendorong kenaikan harga minyak mentah Brent hingga sekitar US$107 per barel.
Di sisi lain, investor juga mencermati pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping. Dinamika hubungan kedua negara menjadi salah satu faktor eksternal yang dapat memengaruhi sentimen pasar saham kawasan.
Tekanan IHSG membuat level 6.300 kembali menjadi perhatian. Sejumlah analis sebelumnya memperkirakan indeks masih berisiko mengalami koreksi apabila tidak mampu kembali bertahan di atas level tersebut.
Pada akhir perdagangan Jumat, IHSG tercatat turun 0,90 persen ke posisi 6.241,89. Seluruh sektor saham ditutup melemah, dengan sektor industri turun 2,52 persen dan sektor infrastruktur terkoreksi 2,22 persen.(*)

